Tikungan Karanganyar, Poncokusumo, terkenal dengan mitosnya yang angker dan maut. Konon menurut warga sekitar, tempat ini sering meminta “tumbal” melalui kecelakaan lalu lintas. Misteri tikungan maut dalam wilayah Dusun Lor Kali, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini tentu menyita perhatian.
Sebenarnya, tikungan ini terlihat normal, yakni jalan beraspal yang tidak terlalu tajam. Jalan berkelok ini tersambung dengan jembatan yang melintang di atas sungai. Namun, di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan yang ujungnya selalu mengakibatkan korban meninggal. Kecelakaan itu pun terjadi tidak hanya sekali-dua kali saja. Bahkan, pernah suatu ketika sampai terjadi dua kali dalam sehari.
Secara logis, kecelakaan itu bisa saja terjadi karena mungkin korbannya melamun, mengantuk, atau kelalaian-kelalaian lainnya yang membuatnya celaka. Hanya saja, menurut penuturan warga dusun setempat, memang sering ada penampakan tak kasat mata yang mengganggu para pengguna jalan, sehingga menimbulkan korban. Kecelakaan karena penampakan ini bahkan tidak cuma terjadi saat malam hari, namun juga saat siang hari. Uniknya, kebanyakan korbannya adalah laki-laki.
Sosok Penunggu Tikungan
Misteri tikungan maut Karanganyar Poncokusumo ini pernah diungkap oleh tim Lingkar Misteri dari Batu TV. Mereka menggunakan mediator untuk ‘memanggil’ para penunggu tikungan maut tersebut. Salah satunya mengaku bernama Lestari, sosok wanita penunggu pohon tua dekat jembatan. Sosok ini sering menampakkan diri menggoda para pengendara roda dua dengan melambai-lambaikan tangan.
Ia bercerita tentang riwayatnya yang menjadi korban pembunuhan lelaki yang tak dikenalnya. Setelah sempat disetubuhi, jasadnya ditanah di dekat pohon tua yang akhirnya menjadi ‘rumahnya’. Sayangnya, ada seorang warga yang menebang pohon tersebut, sehingga Lestari marah besar dan dendam kepada manusia. Hal ini yang memicunya kerap menampakkan diri.
Selain sosok Lestari ternyata ada penampakan anak kecil yang suka menyeberang jalan di tikungan Karanganyar. Setelah dimediumisasi, ternyata sosok anak kecil itu merupakan anak yang dikandung Lestari. Sosok anak laki-laki ini juga sering diketahui menangis di dekat jembatan.
Dari mediumisasi lainnya, diketahui ada sosok pemimpin di kawasan tersebut bersama Eyang Sadimah yang diketahui sebagai orang yang melakukan babat alas desa setempat. Di kawasan tersebut sejatinya juga bersemayam berbagai macam makhluk tak kasat mata.
Sebagaimana manusia, tentu makhluk-makhluk yang tinggal di kawasan tikungan maut Karanganyar tersebut ada yang baik dan ada pula yang jahat. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Kuncinya selalu berdoa ketika hendak melakukan perjalanan, jangan sampai melamun agar tidak mudah diganggu makhluk-makhluk tak kasat mata, selalu waspada ketika berkendara, dan mengucapkan salam sebagai tanda ketika melewati tempat-tempat yang dinilai angker atau masih baru dikunjungi.





