Monday, July 6, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Info Penting

Kisah Bunga Aster Pikok, dari Kebun ke Pelaminan

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
6 January 2022
in Info Penting
0 0
0
bunga aster pikok ungu

Bunga Aster Pikok, salah satu jenis bunga potong hias yang tak kalah populer dengan bunga mawar. Banyak terdapat dalam kawasan Kota Batu, terdapat sebuah kisah menarik bagaimana bunga ini kini menjadi populer sebagai bunga dekorasi pelaminan.

Tentang Aster Pikok sendiri merupakan sebuah bunga yang berasal dari Tiongkok dengan tinggi rata-rata 30-70 cm. Berbeda dengan bunga aster pada umumnya yang berdiameter 5-8 cm, Aster pikok memiliki bentuk yang lebih kecil lagi. Umumnya, dalam satu tangkai terdapat banyak bunga yang tersusun bergerombol. Umumnya, warna yang sering kita jumpai adalah warna putih dan ungu.

ArtikelTerkait

Jalur Pegunungan yang dapat dilintasi melalui Kabupaten Malang

Mitos di Gunung Geger Pagak, Kebupaten Malang

Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Sejarahnya

Buah Lerak, Pembersih Tradisional Serbaguna

ADVERTISEMENT

Rata-rata Aster Pikok berumur satu tahun. Bunga ini tidak mengenal musim untuk berbunga, maka tak sulit untuk menemukannya. Tanaman hias ini banyak tumbuh pada daerah dataran tinggi dan berhawa yang sejuk seperti Kota Batu.

Aster Pikok, Bunga Dekorasi Pelaminan

Adalah Suja’i, salah seorang petani bunga Desa Ngaglik, Kota Batu, yang membudidayakan Aster Pikok langsung dari kebun miliknya. Pria paruh baya itu menanami kebunnya dengan tiga varian Aster Pikok, yakni berwarna putih, ungu dan merah muda. Menurutnya, waktu panen bunga aster yang biasa tak sampai setengah tahun, tepatnya hanya tiga bulan saja.

Di Indonesia, aster termasuk komponen penting dalam dekorasi pesta-pesta perkawinan, termasuk jenis Aster Pikok. Dalam satu tangkai biasanya terdapat beberapa cabang yang ujungnya adalah kuntum bunga. Bunga ini biasa menjadi pelengkap dalam bouquet atau dekorasi dan bersanding dengan bunga lainnya.

Suja’i biasa menjual Bunga ini langsung kepada tengkulak. Per satu ikat seharga sebesar 10 ribu rupiah. Hanya saja, pria ini tidak tahu-menahu harga dari para tengkulak kepada konsumen.

Dijelaskannya, jika sudah masuk masa panen, dalam satu minggu Aster Pikok ini bisa dipanen hingga dua kali. Satu lagi kelebihan dari bunga ini adalah tidak mudah layu. Meski sudah menginap selama tiga hari pun bunga ini masih terlihat segar.

Baca artikel lain: 7 Fakta Bunga Edelweis, Si Bunga Abadi yang Tidak Boleh Dipetik
Tags: bunga aster pikokbunga mataharidari kebun hingga ke pelaminan.Tanaman hias
ShareTweetSend
Previous Post

Suku Tengger Berasal dari Malang, Ini Buktinya!

Next Post

Tahu Telur khas Malang, Begini Cara Membuatnya

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Tanaman Hias untuk Bisnis di Masa Pandemi Covid-19
Berita Terbaru

Tanaman Hias untuk Bisnis di Masa Pandemi Covid-19

7 October 2020

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.