Lembu Peteng, sebuah situs purbakala yang terdapat pada Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Meski tempat ini menjadi salah satu yang disakralkan masyarakat sekitar, asal-usulnya masih menjadi sebuah misteri dengan cerita berbagai versi.
Lembu Peteng berada di kawasan lahan pertanian warga yang cukup luas. Situs yang berada di tengah-tengahnya ini berbentuk brak alias bangunan Joglo. Dalam kawasan ini, terdapat beberapa benda purbakala berupa lumpang batu, pohon beringin, dansumber Pacet. Sayangnya, sumber Pacet kini sudah tidak nampak karena telah terendam Bendungan Lahor.
Situs ini menjadi tempat sakral dimana warga kerap mengadakan kegiatan Sadranan. Ini adalah sebuah kegiatan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas rejeki yang dinikmati pasca-panen. Warga akan melakukan barikan atau selamatan serta doa bersama. Tak hanya itu, mereka juga menggelar tandakan, sebuah pesta rakyat yang dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari pejabat hingga warga desa.
Asal-usul Nama Lembu Peteng
Warga setempat meyakini, nama situs ini berasal dari kata Lumbu dan Peteng. Nama itu dipilih karena berawal dari adanya tanaman Lumbu yang banyak tumbuh di bawah pohon beringin yang sangat rindang dan gelap (dalam Bahasa Jawa disebut peteng). Lama kelamaan, sebutan Lumbu itu bergeser menjadi Lembu.
Ada pula yang menyebutkan asal-usul nama Lembu Peteng berasal dari seekor lembu (kerbau) yang nyasar ke area bawah pohon beringin yang terkenal gelap. Lembu milik warga yang lepas itu tiba-tiba saja menghilang di bawah pohon dan tidak pernah kembali. Daerah itu pun dinamakan Lembu Peteng.
Beberapa versi lain dijelaskan dalam kitab-kitab masa lalu, seperti kitab Negarakertagama dan Kitab Pararaton.
Baca di sini: Lembu Peteng dalam Kitab Negarakertagama dan Pararaton
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.





