Susu sapi segar adalah salah satu yang dihasilkan dari kecamatan Pujon yang didapatkan dari sapi perah. Peternakan sapi di daerah yang berhawa dingin di Malang itu sudah ada sejak tahun 1900-an.
Dikutip dari halaman Poejon Djaman Doeloe, dikatakan jika peternakan sapi di Pujon secara garis besar sudah ada pada tahun 1910. Hal ini dibuktikan dengan adanya foto bertahun 1910 yang menunjukan sebuah vemarkt atau pasar yang khusus menjual sapi dan kambing.
Orang yang pertama kali berternak sapi perah atau milkchray adalah Pokert dan Swarhuten. Lokasi pertenakan dari orang Belanda itu berada di sekitar lapangan Pujon Lor sekarang. Di saat itu, banyak penduduk setempat yang bekerja sebagai karyawan sapi perah di dua orang Belanda itu. Dari sapi perah itu, Pujon mampu memberikan suplai kepada hotel-hotel yang ada di kota Batu yang di saat itu sudah terkenal sebagai tempat peristirahatan.
Di tahun 1942, saat Jepang menyerang Indonesia. Peternakan itu diambil alih dan digunakan oleh Jepang. Tidak lama kemudian saat Jepang kalah, penduduk setempat mendapatkan sapi-sapi itu dan dirawat dirumahnya sendiri-sendiri. Sayang di saat itu para penduduk masih belum tahu cara memasasarkannya, sehingga beberapa tahun kemudian atau tepatnya 30 Oktober 1962 secara susu didirikan oleh 23 peternak.

Koperasi Susu Sinau Andandani Ekonomi atau disingkat Kop SAE memang sesuai namanya untuk memperbaiki ekonomi rakyat Pujon. Karena dari koperasi itu kini perekonomian masyarakat disana meningkat pesat hingga sekarang.
Di Malang sendiri selain Pujon, daerah lain penghasil susu ada di Lawang, Jabung, Tumpang, dan Poncokusumo. Sementara di Jawa Timur, susu dihasilkan di wilayah Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Jombang, dan Mojokerto.


