Gagal di Piala Soeratin U-13, Pelatih Arema U-13: Ambil Hikmahnya

Gagal di Piala Soeratin U-13, Pelatih Arema U-13: Ambil Hikmahnya

Dicky Firasat gagal membawa anak asuhnya melaju ke babak semifinal Piala Soeratin U-13 Regional Jawa Timur 2019. Pelatih Arema U-13 itu mencoba mengambil hikmahnya.

Pada putaran kedua, Arema U-13 yang tergabung di Grup F, menempati posisi juru kunci. Bahkan, skuad berjuluk Ongis Licek itu sama sekali tak mendapatkan poin setelah kalah 1-2 dari Garuda Muda Kediri (16/12/2019), dan 0-4 dari tuan rumah PSBK Blitar (17/12/2019).

Hal itu kontras dengan pencapaian Arema U-13 di putaran pertama. Mereka lolos ke putaran kedua sebagai juara Grup A dengan menyapu bersih sembilan poin, hasil dari tiga kemenangan.

“Di sepak bola hanya ada menang, kalah dan seri. Kami harus jantan menerima kekalahan. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil, salah satunya semangat pantang menyerah,” ungkap Dicky kepada WEAREMANIA.

Tetap Bangga dengan Progres Arema U-13

Sebagai pelatih Arema U-13, Dicky Firasat mengaku tetap bangga dengan anak asuhnya. Progres mereka di turnamen ini dinilai mengalami perkembangan yang lebih baik dari sebelumnya, meski hasilnya kurang memuaskan.

Pelatih asal Bandung itu menyebut, statistik pemainnya secara teknis dan taktikal luar biasa. Sampai-sampai dua lawan yang mengalahkan mereka tidak bisa menciptakan peluang murni.

“Saya tetap bangga dengan progres anak-anak. Baik dari teknis maupun taktikal, anak-anak sudah sangat maksimal. Walaupun banyak keputusan wasit mengecewakan, postur lawan lebih besar, anak-anak tetap berjiwa singo. Kami tetap semangat menolak menyerah,” imbuhnya.

Rencana Pelatih Arema U-13 Selanjutnya

Sepulang dari melakoni dua laga di Stadion Soeprijadi Blitar, Arema U-13 diliburkan. Namun, setelahnya mereka tetap akan menjalani sesi latihan rutin.

“Setelah ini, kami tetap menjalani sesi latihan rutin, kami ingin mencoba taktik-taktik baru. Kalau memungkinkan, kami ingin mencari dan mengikuti event yang formatnya liga (kompetisi) bukan turnamen,” pungkas pelatih 39 tahun itu.