Adaptasi Makanan, Duo Brasil Arema Mencicipi Nasi Goreng

Duo Brasil Mengadu Peruntungan di Arema
Hugo (kriwul) dan Pedro (C) DANI KRISTIAN

Pedro Bartoli dan Hugo Grillo mencoba beradaptasi dalam segala hal, termasuk makanan untuk bisa betahan hidup di Indonesia. Duo Brasil Arema itu pun mencicipi nasi goreng sebagai menu untuk makan malam mereka.

Beruntung, ada kompatriotnya, Felipe Americo yang sama-sama berasal dari Brasil. Dari Pelatih Kiper Arema itulah Pedro dan Hugo banyak mengenal Indonesia.

Baik Pedro maupun Hugo merasa senang dengan keramah-tamahan masyarakat Indonesia. Hal inilah menjadi salah satu alasan bagi keduanya mau menjalani karier sepak bola di Indonesia, bahkan menerima tawaran untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

“Di Brasil, tidaak ada orang yang makan pagi dengan menu nasi, paling-paling cuma roti, sandwich atau kentang goreng saja. Di sini, kami mencoba makan pagi dengan nasi dan telur. Bahkan Felipe sempat mengajak kami makan nasi goreng kemarin, tapi yang tidak pedas,” ungkap Hugo kepada WEAREMANIA.

Duo Brasil Arema Mencoba Beradaptasi Tahap Demi Tahap

Pedro Bartoli dan Hugo Grillo berusaha untuk cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru di Indonesia. Tahap demi tahap siap mereka jalani, terlebih ketika sudah memutuskan menjadi WNI.

Selain Felipe, pemain Arema lainnya pun memberikan sambutan hangat kepada keduanya dalam sesi latihan. Sempat menjalani masa trial tiga hari, Pedro dan Hugo pun akhirnya kini resmi menjadi bagian dari investasi jangka panjang Arema.

“Adaptasi kami tahap demi tahap. Mungkin sulit bagi kami yang datang jauh-jauh ke sini. Jauh dari rumah di Brasil, beda waktu, tapi hari ini kami sudah merasa lebih nyaman setelah istirahat cukup. Kami akan beradaptasi dengan bagus, saya yakin semuanya membantu,” imbuh Pedro.

Belajar Berbicara dalam Bahasa Indonesia

Jika mereka ingin menjalani naturalisasi, maka mau tak mau Pedro dan Hugo harus belajar berbicara dalam Bahasa Indonesia. Hal itu sudah coba mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari, dibantu Felipe dan Didik, sang sopir pribadi yang disediakan Arema.

“Saat kami tiba di sini, kami sudah merasa orang Indonesia ramah, penerimaan mereka terhadap kami juga bagus. Pemain Arema di lapangan maupun di luar lapangan juga menyambut hangat. Felipe dan Didik juga mengajarkan kami Bahasa Indonesia, saya pribadi sudah bisa sedikit, seperti terimakasih, selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, dan lain-lain,” tutup Hugo.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.