Belum Sepakat Rekontrak, Pemain Arema Boleh Absen Latihan

Belum Sepakat Rekontrak, Pemain Arema Boleh Absen Latihan
Elias Alderete (C) DANI KRISTIAN

Penggawa Arema dijadwalkan bakal teken rekontrak dengan penyesuaian nominal gaji bersamaan dengan rapid test di Kandang Singa, sebutan kantor klub, Jumat (17/7/2020) siang. Para pemain Arema boleh absen latihan perdana yang digelar Senin (20/7/2020) jika belum sepakat dengan rekontrak tersebut.

Bocorannya, ada adendum tambahan yang disodorkan oleh General Manager Arema, Ruddy Widodo yang bunyinya tak jauh berbeda dari isi Surat Keputusan PSSI. Dua surat itu mengatur mengenai besaran gaji pelatih dan pemain untuk lanjutan Liga 1 2020.

Untuk gaji bulan Juli-Agustus, klub dipersilakan bernegosiasi mengenai nilai kontrak dengan batasan maksimal nilainya 25% dari gaji normal. Sementara, mulai H-1 bulan sebelum kompetisi digelar kembali Oktober, gaji mereka maksimal sebesar 50% hingga kompetisi berakhir.

“Kalau mereka belum sepakat dengan kedua poin itu tidak masalah, tapi status mereka pending di mata FIFA. Mereka yang ikut latihan tim Senin (20/7/2020) nanti itu dipastikan sudah teken rekontrak,” kata Ruddy.

Pemain Arema Boleh Absen Latihan, Tapi Jangan Menggampangkan

Ruddy Widodo berpesan pada pelatih dan pemain Arema untuk tidak menggampangkan rekontrak ini. Segera bersepakat dengan meneken kontrak bisa dibilang pilihan terbaik di tengah situasi yang sulit dalam masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Sebab, dalam status pending di mata FIFA, pelatih maupun pemain kabarnya bisa kehilangan pekerjaannya musim ini. Saat kompetisi dimulai kembali, mereka tak bisa bermain di Arema, maupun klub lainnya.

“Mereka boleh tidak ikut latihan dulu, tapi kami akan berikan tenggat waktu. Lalu, kami kembalikan kepada pelatih, kapan si pemain itu harus datang menemui tim pelatih. Kalau tidak sepakat sebaiknya dari awal bilang tidak,” imbuhnya.

Berharap Semua Bisa Menekan Ego Masing-masing

Ruddy Widodo berharap, semua bisa menekan ego masing-masing mengenai rekontrak dengan nominal gaji yang ditentukan ini. Kalau mencari siapa yang rugi, manajer berkaca mata itu menyebut semua pihak dirugikan, termasuk klub.

“Dalam keadaan seperti ini semua harus berkorban. Kalau bicara siapa yang rugi, tentu semua dirugikan, klub harus membayar pelatih, pemain, karyawan di tengah pemasukan yang tidak ada,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.