Charis Yulianto: Arema Butuh Satu Stopper Lokal Tambahan

Tanpa Degradasi, Charis Yulianto Ingin Arema Tetap Bersaing
Charis Yulianto (C) DANI KRISTIAN

Asisten Pelatih Arema, Charis Yulianto mengungkap timnya masih butuh tambahan satu pemain lagi jelang bergulirnya Liga 1 2020. Menurutnya, tim pelatih Arema butuh satu stopper lokal lagi.

Kebutuhan di sektor stopper menjadi prioritas utama tim pelatih saat ini. Jika sudah mendapatkannya, Charis memastikan pemain itu menjadi rekrutan terakhir Arema jelang ditutupnya pendaftaran pemain pada 10 Maret mendatang.

Arema kekurangan pemain di posisi stopper setelah melepas Ganjar Mukti. Sebelumnya, untuk posisi ini, pelatih Mario Gomez sempat mendatangkan Ridwan Abdullah untuk menjalani pemusatan latihan selama sepekan yang berakhir dengan dipulangkan, Jumat (28/2/2020).

“Pendaftaran pemain akan ditutup pada 10 Maret mendatang, kami juga akan memaksimalkan waktu yang ada. Rencananya, kami akan mencari satu tambahan pemain lagi, tepatnya di posisi stopper, melalui jalur seleksi,” kata Charis.

Arema Butuh Satu Stopper Lokal, Tak Harus Pemain Senior

Charis Yulianto menyebut tim pelatih Arema tak peduli status si pemain yang diburu. Menurutnya, si pemain tidak harus pemain senior yang punya pengalaman.

Pelatih asal Blitar itu membeberkan, Mario Gomez sudah punya kriteria tersendiri dalam merekrut stopper tambahan tersebut. Stopper yang dicari Arema tipenya tak hanya punya postur ideal sebagai pemain belakang.

“Dia juga harus jago dalam bola atas, kami tidak peduli dengan nama besar. Kami melihat kualitasnya bagus dan sesuai dengan kebutuhan tim. Kalaupun dia pemain baru yang tidak terkenal, tapi memenuhi kriteria tim pelatih ya akam kami rekomendasikan untuk dikonntrak,” imbuhnya.

Tak Masalah Andai Tidak Mendapatkan yang Dicari

Charis Yulianto menyadari, mencari pemain di masa-masa jelang kompetisi bergulir seperti ini tidaklah gampang. Karenanya, kalau pun nanti tidak mendapatkannya, menurutnya tak masalah.

“Banyak pemain alternatif di posisi stopper sebenarnya, seperti Hanif Sjahbandi misalnya. Kalau pun hingga pendaftaran pemain ditutup Arema belum mendapatkan stopper tambahan, maka kami akan memaksimalkan pemain yang ada,” pungkas eks pelatih Bhayangkara U-19 itu.