Edson Tavarez Sebut Timnya Melawan 12 Pemain

Edson Tavarez Berpeluang Melatih Arema
Edson Tavarez (C) WEAREMANIA

Edson Tavarez tidak bisa menyembunyikan wajah kesalnya di sesi jumpa pers usai pertandingan Arema melawan Persija Jakarta pada lanjutan kompetisi Liga 1 2019, Sabtu (23/11).

Sang pelatih menilai anak asuhnya lebih layak memenangkan pertandingan dibandingkan tuan rumah. Sosok asal Argentina itu menuding wasit Ikhsan Prasetya Jati tidak becus memimpin pertandingan.

Ada tiga hal yang menjadi sorotan Tavarez pada laga kemarin, pertama adalah pemberian kartu kuning yang dianggapnya tidak layak, kedua adalah gol penalti dari Arema yang dianggapnya bukan sebuah handsball, sementara yang ketiga adalah pemberian waktu perpanjangan yang lebih lama.

“Kami harus berkata jujur hari ini, kami merasa kecewa terhadap kepemimpinan wasit dan stafnya. Kami bermain melawan 12 pemain, kami mendapatkan kartu kuning dari seharusnya tidak kami dapatkan, kami terkena penalti saat bola menyentuh tangan, dan saat memulai serangan bola dari kiper akan diberikan kepada Riko, secara cepat wasit mengakhiri pertandingan. Ini hal yang tidak adil bagi kami,” terang Edson.

Meskipun kecewa berat kepada kepemimpinan wasit, Edson menganggap hasil ini cukup positif mengingat perjalanan Persija yang terseok-seok di papan bawah.

“Saya selalu percaya tentang progress dan kerja keras. Kami sudah bekerja lebih keras untuk meningkatkan posisi kami di klasemen. Kami menjalani pertandingan dengan hasil positif sejauh ini. Hasil ini memang mengecewakan tetapi kami harus bisa tegak,” terangnya.

Tony Sucipto Sebut Kartu Untuknya Tidak Layak

Sama seperti pelatihnya, Tony menyebut jika kartu kuning yang dia terima di menit akhir tidak layak diberikan.

Di sisi lain, hukuman penalti yang diterima Persija juga dianggap salah diberikan karena tidak ada pemain Persija yang handsball.

“Pertandigan yang bagus hari ini karena kami berhasil menguasai pertandingan, namun saat kami unggul keputusan wasit tidak berpihak kepada kami terutama terjadinya penalti. Semua juga sudah melihat termasuk di tayangan ulang, itu tidak penalti karena terkena paha sehingga keputusan itu menjadi kerugian bagi kami,” tutupnya.