Lanjutan Liga 1 2020 Jadi Batu Loncatan Arema

Lanjutan Liga 1 2020 Jadi Batu Loncatan Arema
Selebrasi pemain Arema (C) DANI KRISTIAN

Lanjutan Liga 1 2020 jadi batu loncatan Arema menuju kompetisi musim berikutnya. General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut hal itu sesuai arahan dari direksi Arema di Jakarta.

Ruddy membeberkan alasan direksi Arema memutuskan seperti yang disampaikannya itu. Menurutnya, aturan tak adanya degradasi yang akan diberlakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk lanjutan Liga 1 2020 menjadi alasan utama.

Manajer berkaca mata itu menyebut, yang dimaksud batu loncatan di sini adalah semacam eksperimen. Termasuk menguji pelatih dan pemain yang layak dipakai lagi di musim 2021 mendatang.

“Kami tidak mengecilkan arti kompetisi musim ini, tapi kami memutuskan menjadikannya sebagai batu loncatan untuk menuju musim depan. Kami tahu musim depan notabene lebih berat, karena jumlah tim yang harus degradasi bertambah,” ungkap Ruddy.

Jadi Batu Loncatan Arema Bukan Berarti Melepas Target

Sejak awal Liga 1 2020 bergulir, Arema sudah menargetkan bisa lolos ke kompetisi AFC musim depan. Ruddy Widodo menegaskan dengan mengubah road map ‘cuma’ menjadikan Liga 1 2020 untuk batu loncatan, bukan berarti Arema melepas target itu.

Pria berusia 48 tahun itu berkilah bukan cuma Arema yang mengubah road map di musim ini. Diyakininya, sebagian besar klub peserta Liga 1 2020 melakukan hal yang sama dengan Arema.

“Ini bentuk investasi Arema, menjadikan batu loncatan bukan berarti kami melepas target. Jujur saja, kalau bicara target tetap target, tapi bisa ke AFC alhamdulillah, tidak pun tidak masalah,” imbuh pria asal Madiun itu.

Waktunya Arema Menyalip di Tikungan

Ruddy Widodo menjelaskan, dengan sempat vakumnya Liga 1 2020 cukup lama karena pandemi covid-19, semangat tim-tim peserta pasti menurun. Menurutnya, inilah waktu yang tepat bagi Arema untuk menyalip di tikungan.

“Mereka pasti hilang semangat, sekarang bagaimana Arema tancap gas lagi, ini tugas kami. Ini kesempatan kita menyalip di tikungan. Pasti banyak tim yang beranggapan ‘Hallah, tidak ada degradasi’. Sebenarnya, di saat seperti ini harusnya Arema tancap gas,” pungkasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.