Muhammad Rafli Berharap Tak Ada Lagi Aksi Penyerangan Bus Arema

Muhammad Rafli berharap tak ada lagi aksi penyerangan bus Arema atau kepada tim lain oleh oknum suporter. Penyerang Arema itu berharap kasus ini menjadi pelajaran bersama bagi semua pihak.

Sebelumnya, bus Arema yang terparkir di halaman hotel tempat mereka menginap selama menjalani Liga 1 2021-2022 Seri 2 diserang oknum pendukung Persebaya Surabaya, Rabu (20/10/2021) malam. Beruntung, saat itu Rafli dan pemain Arema tidak sedang berada di dalam bus.

Setelah ada kesepakatan dengan pihak manajemen Persebaya, akhirnya kasus tersebut tidak dilanjutkan ke jalur hukum. Namun, salah seorang pelaku yang ditangkap tetap diserahkan kepada kepolisian untuk dibina.

“Untuk semua seuporter di Indonesia, semoga ini dijadikan pelajaran. Jadikan kejadian ini sebagai yang terakhir di dunia sepak bola. Sebab, kita sekarang ini memulai lagi dari nol setelah pandemi covid-19. Jadi, kita sama-sama bangun,” kata Rafli.

Aksi Penyerangan Bus Arema Jadi Momen Bersatu

Muhammad Rafli juga mengajak menjadikan momen ini sebagai titik balik bersatunya seluruh suporter Indonesia. Utamanya kelompok-kelompok yang punya cerita sejarah rivalitas.

Sejatinya, rivalitas yang sebenarnya hanya ada dalam masa 90 menit di lapangan. Pemain bertanding adu taktik dan strategi, sedangkan suporter adu kreativitas di tribune atau di manapun mereka mendukung tim kebanggaan.

“Semoga momen ini menjadikan semua suporter Indonesia menyatu. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi untuk semua pihak,” pungkas pemain Timnas Indonesia ini.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.