Laga Arema vs Persebaya Surabaya bakal tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (28/4/2026), pukul 15.30 WIB. Laga Pekan 30 Super League 2025-2026 ini diprediksi akan menjadi tantangan bagi Skuad Singo Edan untuk melanjutkan konsistensi tren positif menghadapi rivalnya tanpa didampingi Aremania di tribune.
Situasi seperti ini bukanlah hal baru bagi Arema, karena dalam dua musim terakhir mereka menjamu Persebaya di tempat yang sama dan juga tanpa kehadiran suporter. Di pertemuan terakhir di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya pada putaran pertama lalu, tampa suporternya dan dalam tekanan pendukung tuan rumah, Arema mampu meraih satu poin usai menahan imbang Persebaya 1-1.
Pelatih Arema, Marcos Santos menyadari situasi ini, sehingga terus memotivasi pasukannya demi hasil maksimal untuk Aremania. Targetnya sangat jelas, yakni membawa Arema mengalahkan Bajul Ijo.
“Ini laga klasik tanpa penonton di stadion. Kami tentu ingin mendapat dukungan suporter, seperti saat melawan Persib Bandung pekan lalu, yang sangat membantu kami. Kehadiran mereka sangat penting. Tetapi kami menghormati keputusan yang ada. Meskipun mereka gak hadir, kami akan tetap berjuang dan berlari untuk meraih tiga poin bagi mereka,” kata Marcos.
Marcos mengakui keputusan itu sebetulnya tidak adil jika merujuk pada situasi di putaran pertama lalu. Persebaya bisa menggelar laga kandang melawan Arema di kandangnya dengan dukungan ribuan suporternya, sedangkan Arema “dipaksa” bermain di tempat netral oleh keadaan.
“Ini bukan kondisi terbaik. Kami tentu ingin bermain di Kanjuruhan atau Gajayana dengan dukungan suporter. Namun kami memahami situasinya. Meski begitu, kami yakin secara semangat mereka tetap bersama kami,” imbuh pelatih asal Brasil ini.
“Kami akan membawa semangat itu ke dalam permainan, dengan kerja keras, komitmen, dan daya juang tinggi, karena ini adalah pertandingan yang berbeda dan harus dijalani dengan cara seperti itu,” tandasnya.
