Musyawarah Nasional (Munas) Aremania digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malamg (UMM), Sabtu (1/6/2024) siang. Kegiatan ini resmi dibuka tanpa kehadiran sejumlah menteri.
Awalnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Pemuda dan Olah raga, Dito Ariotedjo, dan Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir dijadwalkan hadir. Namun, mereka berhalangan datang ke Malang karena ada agenda upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden Joko Widodo.
Ketua Panitia Munas Aremania, Dyan Berdinandri, memaklumi hal tersebut. Menurutnya, sejak awal, para pejabat undangan itu memang sudah memberikan catatan kehadiran mereka masih tentatif.
“Kalau sewaktu-waktu ditugaskan Pak Presiden, ya mau bagaimana lagi, kan sifatnya tentatif. Misal protokoler Menpora kemarin sudah ke sini untuk memeriksa lokasi. Tapi mendadak ada telepon dari pusat, semua menteri diminta hadir dalam acara bersama Pak Presiden, sehingga gak bisa datang ke sini,” kata Dyan.
Tidak Mengurangi Makna Digelarnya Musyawarah Nasional Aremania
Dyan menegaskan, absennya sejumlah menteri undangan itu tak mengurangi makna digelarnya Munas Aremania. Baginya, yang terpenting kegiatan itu bisa berjalan lancar.
Munas Aremania akhirnya dibuka oleh sambutan-sambutan dari Exco PSSI, Arya Sinulingga, Kapolres Malang, Putu Kholis, Bupati Malang, HM Sanusi, tokoh Aremania senior, Ovan Tobing, dan Dyan sendiri. Penabuhan bass drum menandai dibukanya Munas Aremania untuk memilih Presidium Aremania.
“Tentu ketidakhadiran mereka gak mengurangi makna acara ini sendiri, karena tujuan kita bukan hanya menteri-menteri itu, tapi untuk Munas,” imbuhnya.
Berupaya Dihadirkan di Munas Hari Kedua
Dyan tengah berupaya mendatangkan Menpora Dito Ariotedjo di hari kedua Munas Aremania. Agendanya sebagai saksi pengukuhan tujuh Presidium Aremania.
“Saya sempat sounding ke Menpora, agar bisa hadir dalam pengukuhan Presidium Aremania di hari kedua, ini masih diupayakan,” tandasnya.
