Ovan Tobing turun gunung dalam Munas Aremania di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (1/6/2024). Salah seorang pendiri Arema yang masih hidup itu sebelumnya memilih vakum sejak Tragedi Kanjuruhan.
Sejak peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam itu, Ovan undur diri dari dunia sepak bola. Pria yang akrab disapa Bung OT itu memilih mengobati trauma dan kesedihannya karena merasa bertanggung jawab atas terjadinya tragedi tersebut.
Namun, niat baik Aremania membentuk Presidium Aremania dalam musyawarah nasional ini memantik semangatnya kembali. Ovan pun memutuskan mau menghadiri munas yang bersama Aremania, termasuk para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
“Saya sampai di titik nol. Pasca tragedi saya berpikir apakah itu menjadi kehancuran Aremania? Tapi, akhirnya saya percaya Tuhan masih punya cara. Tuhan yang menuntun Aremania hingga Munas ini digelar sebagai jalan untuk bangkit,” kata Ovan.
Menurutnya, dengan panitia Munas Aremania mengajaknya untuk hadir merupakan niat baik dari mereka. Sebagai salah satu tokoh lahirnya Aremania berpuluh tahun silam, Ovan pun mengaku antusias dan sangat mendukung niat baik itu
“Ksediah ini akan saya bawa sampai saya tiba di liang kubur. Tapi, saat ini Tuhan masih memberikan kesempatan kepada saya untuk melihat sesuatu yang dimulai dari Malang. Saya hanya berpesan, jangan sampai terulang kembali,” tegasnya.
Alasan Menghilang Sebelum Ovan Tobing Turun Gunung Dalam Munas Aremania
Ovan Tobing punya alasan tersendiri mengapa menghilang dari dunia sepak bola yang membesakan dan dibesarkannya. Menurut pria berdarah Batak ini, keputusan itu merupakan pilihan terbaik selama dua tahun terakhir.
“Saya hilang dari peredaran karena gak mau menceritakan kondisi saya, karena saya takut orang salah paham. Berbulan-bulan saya gak pegang handphone, dan mencari teman yang gak membicarakan Arema,” ujar Ovan.
“Saya merasa, luka ini gak bisa sembuh, apa yang saya rasakan ini beda, karena saya salah satu pendiri yang masih hidup. Saya masih berproses, gak bisa menghilangkan trauma itu, tapi hanya bisa mencoba mengurangi rasa sakitnya.”
