Alasan Pelatih Arema, Marcos Santos masukkan Anwar Rifa’i usai Yann Motta diusir wasit di laga lawan PSIM Yogyakarta, Sabtu (16/8/2025) terungkap. Laga Pekan 2 Super League 2025-2026 yang dihelat di Stadion Sultan Agung, Bantul itu berakhir sama kuat 1-1.
Setelah unggul dulu lewat gol Dalberto Luan Belo di babak pertama, Arema harus bermain dengan 10 orang sejak menit 54. Sebab, Motta menerima kartu merah langsung dari wasit Candra.
Marcos memasukkan Rifa’i bersama Ian Puleo di menit 61 untuk menggantikan Valdeci Moreira dan Bayu Setiawan. Alih-alih menggeser posisi Betinho Filho atau Matheus Blade dari tengah ke posisi stopper, justru Rifa’i yang diduetkan dengan Luiz Gustavo di jantung pertahanan Arema.
“Kami sempat membiarkan Blade kembali sebagai bek, tetapi Rifa’i sudah siap, dan kami harus memiliki pemain dari posisi aslinya, yang tahu posisi itu,” kata Marcos.
Alasan Lain Masukkan Anwar Rifa’i
Marcos menambahkan, pihaknya tak ingin mengambil risiko dengan menggeser Blade atau Betinho ke posisi stopper, sehingga memainkan Rifa’i. Apalagi bek tengah asal Jakarta itu sudah ada dalam game plan yang disiapkan di sesi latihan.
“Saya tak ingin lini tengah kita kalah jika menggeser Blade atau Betinho menjadi bek. Makanya saya masukkan Rifa’i bermain sebagai bek tengah,” imbuhnya.
“Rasanya saya sudah memilih orang yang tepat, dan Rifa’i adalah pemain hebat, dan dia siap bermain,” pungkas pelatih asal Brasil ini.
