Anggaran belanja Arema untuk Super League 2025-2026 lebih besar dari musim lalu. Hal itu disampaikan General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi.
Pihaknya sudah menyusun Rencana Anggaran Belanja selama semusim. Tanpa menyebut detail nominalnya, pria yang akrab disapa Yusrinal itu memastikan RAB Arema musim ini sedikit lebih banyak dari sebelumnya.
Direksi Arema menerapkan skema subsidi silang di pos-pos pengeluaran tertentu. Artinya, ada skala prioritas yang digunakan untuk menjaga neraca keuangan klub tetap stabil.
“Memang, musim ini kita kembali berkandang di Stadion Kanjuruhan yang mungkin bikin pengeluaran berkurang daripada dua musim terakhir ketika kami main di luar Malang. Tapi kami musim ini mendatangkan banyak pemain, khususnya asing, jadi dari awal kita sudah menganggarkan sedikit lebih banyak dari musim kemarin,” kata Inal kepada WEAREMAnIA.
Anggaran Belanja Arema untuk Super League 2025-2026 Andalkan Sponsorsgip
Inal memastikan, untuk memenuhi anggaran belanja tersebut, Arema masih mengandalkan sponsorship, yang sementara ini baru ada Bale by BTN dan PT Tapin Coal Terminal. Namun, pihaknya juga berupaya menggali sumber pemasukan lainnya.
“Prosentase kenaikan anggaran gak sampai 50 persen, tapi ya kita harus bekerja keras banget untuk itu,” imbuh eks Manajer Bisnis dan Marketing Arema itu.
“Selain dari sponsor, sumber pemasukan kita ya di tiket laga kandang, merchandise resmi, lalu mungkin beberapa kolaborasi juga. Dulu kami punya divisi event, kalau sekarang ada unit bisnis khusus, yang masuk kepanpelan,” jelasnya.
Bantah Jor-joran
Meski menaikkan anggaran belanja musim ini, Inal membantah Arema jor-joran di Super League 2025-2026. Direksi Arema menilai kenaikan tersebut masih dalam jangkauan pihak klub.
“Kita gak jor-joran seperti klub lain, kita tetap berhitung meskipun mendatangkan 11 pemain asing,” tegas manajer asli Bogor tersebut.
