Anwar Rifa’i bantah Arema krisis bek tengah sepeninggal dua pemain asingnya, Yann Motta dan Luiz Gustavo. Menurutnya, Skuad Singo Edan masih punya cukup amunisi di sektor sentral pertahanan untuk menyelesaikan putaran kedua musim ini.
Sebelumnya, Arema telah melepas Yann dengan status bebeas transfer di paruh musim ini. Selain itu, di saat yang hampir bersamaan, Arema juga kehilangan bek andalannya, Gustavo yang harus menepi untuk waktu yang lama karena cedera lutut.
Kini, di posisi bek tengah tersisa Rifa’i dan Odivan Koerich saja. Lainnya, hanya gelandang bertahan yang kerap disulap menjadi stopper, seperti Julian Guevara, Matheus Blade, Betinho Filho, atau Pablo Oliveira.
“Sebenarnya kita gak krisis bek tengah, karena ada pemain seperti Blade atau Betinho yang bisa ditarik pelatih ke belakang, biasanya juga bisa ditempatin di posisi bel tengah,” kata Rifa’i kepada WEAREMANIA.
Arema Krisis Bek Tengah Bukan Alasan
Rifa’i menegaskan, minimnya stok bek tengah Arema bukanlah satu alasan untuk Arema menderita kebobolan lebih banyak lagi musim ini. Bahkan, secara pribadi, pemain berusia 25 tahun itu menjadikannya sebagai kesempatan unjuk gigi.
“Saya pikir itu bukan suatu alasan untuk kita kebobolan lebih banyak lagi, mungkin kita bisa di latihan lebih fokus lagi, lebih kompak lagi untuk pertandingan lawan Persijap Jepara (2/2/2026),” imbuhnya.
“Minimnya stopper malah jadi motivasi buat saya untuk lebih fokus lagi di latihan, menunjukkan kemampuan saya di latihan agar dikasih kepercayaan oleh pelatin,” tegas pemilik jersey bernomor punggung 23 itu.
