Arema bentuk divisi khusus untuk mengurusi club licensing. Hal ini dilakukan agar Arema lebih berpeluang besar untuk mendapatkan lisensi klub profesional tiap tahun seperti dulu.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menyebut, divisi khusus itu merupakan bentuk keseriusan Arema dalam menjaga dan meningkatkan kualitas klub. Divisi khusus ini nantinya akan bertugas memonitor sekaligus mengevaluasi aspek-aspek penilaian dalam club licensing secara berkelanjutan.
Setidaknya ada lima aspek yang harus dipenuhi seluruh klub Liga 1 yang mengajukan permohonan club licensing. Kelima aspek tersebut meliputi sporting (pembinaan usia muda), infrastruktur, personel-administrasi, legal, dan finansial.
“Pembentukan divisi khusus ini adalah langkah proaktif kami untuk memastikan Arema lolos club licensing setiap tahunnya,” kata Yusrinal.
Arema Bentuk Divisi Khusus Agar Punya Daya Saing Tinggi
Inal, sapaan akrab Yusrinal menambahkan, dengan dibentuknya divisi khusus club licensing ini, Arema juga punya harapan lain. Menurutnya, Arema harus punya daya saing tinggi.
Seperti diketahui, untuk Club Licensing PSSI/AFC 2025, Arema sudah dipastikan lolos. Sayangnya, masih ada beberapa catatan di sejumlah aspek yang harus menjadi evaluasi untuk tahun berikutnya.
“Dengan adanya divisi khusus club licensing ini, kami juga berharap Arema terus berkembang menjadi klub yang profesional dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.
