Arema gagal mempertahankan gelar juara Piala Presiden usai tersingkir di fase Grup A. Pelatih Marcos Santos tetap bangga dengan pencapaian Skuad Singo Edan.
Di klasemen akhir, Arema berada di posisi juru kunci dengan cuma mengoleksi satu poin. Perolehan poin itu sebetulnya sama dengan Liga Indonesia All Star, tapi Arema kalah selisih gol.
Hal itu tak lepas dari hasil buruk di laga Matchday 3 di mana Arema kalah telak 0-4 dari Oxford United yang akhirnya melaju ke final mewakili Grup A. Marcos berusaha berlapang dada dan membesarkan hati pasukannya dalam menerima kenyataan tersebut.
“Yang paling membuat saya bangga adalah sikap para pemain kami. Mereka terus berjuang sampai menit akhir dalam situasi tertinggal jauh,” kata Marcos.
Arema Gagal Mempertahankan Gelar Juara Piala Presiden, Minta Maaf Kepada Aremania
Marcos pun meminta maaf kepada Aremania atas hasil yang didapat Arema di Piala Presiden 2025. Pelatih asal Brasil itu berjanji timnya akan tampil lebih baik di Super League 2025-2026.
Terdapat ribuan Aremania hadir di tribune Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Banduung. Mereka berdatangan bukan hanya dari Malang Raya, tapi juga dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jabodetabek.
“Saya ingin meminta maaf kepada Aremania, mereka terus memotivasi kami dan menghargai usaha kami dengan bertepuk tangan di akhir pertandingan,” pungkasnya.
