Arema kehilangan Achmad Maulana yang harus menepi sampai akhir Super League 2025-2026 karena cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL). Pelatih Marcos Santos intip peluang untuk datangkan pemain baru jelang berakhirnya bursa transfer pemain awal musim pada 30 Agustus 2025.
Awalnya, selain Achmad, Arema punya stok pemain cukup banyak. Namun, Arema kadung melepas Achmad Figo ke Deltras Sidoarjo dan Rifad Marasabessy ke kesatuannya di TNI AD yang tampil di Piala Panglima TNI, 2-10 September 2025.
Dengan cederanya Achmad, Arema kini menyisakan satu pemain saja, yakni Bayu Setiawan. Selain memulangkan Rifad dari instansinya, beruntung Arema punya beberapa pemain yang bisa dipasang sebaai bek sayap kanan, seperti Matheus Blade dan Fikri Arjidan yang dibawa ke Jepara.
“Kami kehilangan Achmad. Ini adalah kehilangan yang kami rasakan. Kami berharap dia pulih sesegera mungkin. Kami gak menyangka situasi ini. Bursa transfer sudah sangat dekat. Kami harus berdiskusi untuk melihat apakah kami bisa mencadangkannya,” kata Marcos.
Arema Kehilangan Achmad Maulana, Ada Opsi Terakhir Jika Tak Bisa Mendatangkan Pemain Anyar
Sambil mendiskusikan rencana untuk merekrut pemain anyar di posisi Achmad, Marcos punya opsi untuk memaksimalkan pemain yan ada. Itu juga menjadi opsi terakhirnya jika tak ada pemain anyar yang bergabung.
Marcos sama sekali tak mengkhawatirkan situasi krisis bek sayap kanan ini. Menurutnya, semua coba dikendalikan tim pelatih Arema bersama dengan manajemen klub.
“Kami memiliki Bayu Setiawan, yang telah berlatih dengan sangat baik. Kami memiliki Rifad, yang baru saja kembali dari tugas di militer,” imbuh pelatih berpaspor Brasil itu.
