Dua kekalahan beruntun di Derby Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya dan Persik Kediri di Super League 2025-2026 berujung aksi protes Aremania, Minggu (3/5/2026) malam. Manajemen Arema pun langsung merespons dengan cepat aksi Aremania tersebut.
Sebelumnya, gelombang protes telah dilakukan Aremania sesaat setelah Arema kalah 0-4 dari Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Pekan 30 (28/4/2026) lalu. Aksi itu dilakukan di Bali, di Kandang Singa, hingga mendatangi sesi latihan tim di Dreams Football Pitch, Pakis.
Rupanya, ketiga aksi itu belum cukup, karena Arema kembali menelan kekalahan 2-3 dari Persik di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik pada Pekan 31 (3/5/2026). Aksi protes kembali dilakukan Aremania di depan Kandang Singa pads malam harinya usai laga.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyampaikan permohonan maaf kepada publik Malang Raya atas aksi protes Aremania itu. Terutama mereka yang merasa lalu lintasnya di Jalan Mayjend. Panjaitan No.42 terganggu.
“Kami sampaikan permohonan maaf kepada warga dan pengguna jalan di sekitar kantor klub yang terganggu akibat aksi massa,” kata Yusrinal dalam rilis yang diterima WEAREMANIA.
Usai 2 Kekalahan Beruntun di Derby Jawa Timur, Arema Target Sapu Bersih Poin di Sisa Laga
Manajer yang akrab disapa Inal itu menargetkan sapu bersih seluruh poin di sisa laga usai kegagalan melawan Persebaya dan Persik. Target ini ditekankan kepada Pelatih Marcos Santos dan seluruh penggawa Singo Edan.
Terdekat, Arema akan menjamu PSM Makassar. Setelah itu, Arema bakal bertandang ke markas PSBS Biak, lalu menghadapi PSIM Yogyakarta di kandang.
“Kepada jajaran tim kami minta meski Arema sudah aman dari zona degradasi, manajemen tidak menoleransi hasil buruk yang telah terjadi. Kami minta pelatih dan pemain melakukan koreksi total dan wajib mengincar kemenangan di seluruh laga sisa, baik kandang maupun tandang,” pungkasnya.
