Arema panen kartu merah dalam 11 laga yang dijalani di Super League 2025-2026. Manajemen Arema buka suara terkait hal tersebut.
Hingga Pekan 12 lalu, tercatat lima kartu merah di empat pertandingan. Tercatat ada empat pemain yang sudah diusir wasit dengan kartu merah, yakni Julian Guevara (2 kartu merah), Bayu Setiawan (1 kartu merah), Yann Motta (1 kartu merah), dan Betinho Filho (1 kartu merah).
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mengatakan, kartu merah adalah risiko bagi setiap pemain sepak bola di lapangan. Tinggal bagaimana pintar-pintar pemain menghindari kartu tersebut.
“Itu risiko, di lapangan itu semua, apapun bisa terjadi. Tapi kita sudah menyiapkan. Kita cuma mengingatkan semua pemain saja,” kata Yusrinal kepada WEAREMANIA.
Arema Panen Kartu Merah, Begini Pesan Manajemen Arema
Saat ini, bersama Persebaya Surabaya dan Persijap Jepara, Arema memegang rekor tim yang paling banyak menerima kartu merah. Pria yang akrab disapa Inal itu punya pesan untuk para penggawa Arema agar tak mengoleksi kartu merah lebih banyak.
“Di antara kartu merah itu, ada beberapa yang gak kita sengaja, tapi memang karena wasitnya,” imbuh manajer asal Bogor itu.
“Sekarang kita mainnya harus lebih taktis, lebih efektif, emosi harus dijaga. Itu pasti kita tekankan kepada para pemain,” pungkasnya.
