Pelatih Marcos Santos menilai berisiknya Brajamusti di Stadion Sultan Agung, Bantul gagalkan kemenangan Arema atas PSIM Yogyakarta yang sudah di depan mata, Sabtu (16/8/2025). Laga Pekan 2 Super League 2025-2026 itu berakhir imbang 1-1.
Sejatinya, Arema berhasil unggul lebih dulu 1-0 di pengujung babak pertama. Dalberto Luan Belo menjebol gawang PSIM lewat titik penalti.
Sayangnya, sejak menit 54, Arema harus bermain dengan 10 pemain usai Yann Motta diganjar kartu merah. Lebih sialnya lagi, di menit 88, gawang Arema harus kebobolan oleh pemainnya sendiri, Betinho Filho.
“Itu pertandingan yang sulit. Kami tahu itu akan menjadi pertandingan yang sulit di kandang lawan, di mana para suporter tuan rumah berpesta meriah untuk menyemangati tim mereka,” kata Marcos dalam sesi jumpa pers usai laga.
Berisiknya Brajamusti Ingatkan Marcos Santos kepada Aksi Aremania di Kandang
Marcos merasa kagum melihat Stadion Sultan Agung dipenuhi 8.618 penonton tuan rumah. Pelatih asal Brasil itu teringat kepada aksi Aremania di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang saat laga kandang Arema.
“Suporter tuan rumah memotivasi lawan kami, sama seperti suporter kami di kandang. Saya yakin di laga berikutnya, suporter kami juga akan berpesta yang meriah,” imbuhnya.
“Mereka akan menyambut kami di dalam stadion, untuk bisa menikmati pertandingan yang hebat,” tegas pelatih berlisensi CONMEBOL Pro itu.
