Banyak kritikan yang bilang rekam jejak Ze Gomes kurang meyakinkan usai diperkenalkan sebagai pelatih kepala Arema (4/1/2025). Manajemen Arema meresponsnya dengan penuh keyakinan.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menceritakan pengalaman pihaknya gonta-ganti pelatih dalam tiga musim terakhir. Khususnya bagaiana Arema memilih sosok pelatih kepala asing.
Menurutnya, selama ini Arema selalu mencari pelatih yang sesuai dengan kebutuhan tim. Pertimbangan terbesar pihaknya adalah para pemainnya. disusul staf pelatih, baru manajjemen.
Misalnya, saat merekrut Fernando Valente di Liga 1 2023-2024 lalu, Arema butuh pelatih dengan kemampuan memegang psikologi pemain. Lalu, saat menunjuk Joel Cornelli di awal musim ini, Arema mempertimbangkan CV-nya yang mentereng.
“CV Ze Gomes mungkin tidak sementereng CV Joel, tapi itu kebutuhan tim. Kita meyakini dia membawa perubahan, makanya kita cari pelatih yang mampu mengangkat tim ini dengan semua kemampuannya,” kata Yusrinal.
Dikritik Rekam Jejak Ze Gomes Kurang Meyakinkan, Kebutuhan Tim Bukan Sekadar CV
Inal, sapaan akrabnya, menegaskan, kebutuhan tim bukan sekadar CV pelatih saja. Masih ada hal-hal non teknis yang juga perlu menjadi pertimbangan.
“Ada satu hal yang harus kita tekankan, kebutuhan tim bukan sekadar CV, karena kita kembalikan, fundamental tim ini adalah kekeluargaan. Saya gak mau bahas kejelekan pelatih sebelujjnya, tapi kita yakin klub ini lahir karena kekeluargaan,” imbuhnya.
Ditegaskannya, tim Arema ini sudah solid dari ketika menjuarai Piala Presiden 2024. Sejak awal musim Inal yakin Arema bakal mencapai target, dan kini mereka menempati peringkat 4 di klasemen paruh musim.
“Itu bukan cuma karena pelatih, bukan hanya karena pemain, atau manajemen, tapi karena kebersamaan kita,” terang pria asal Bogor itu.
Pertimbangkan Faktor Non Teknis
Dalam memilih pelatih kepala, Inal menegaskan, direksi Arema juga mempertimbangkan hal non teknis. Termasuk saat mendatangkan Ze Gomes di tengah musim ini.
“Jadi, sekarang tinggal siapa yang menahkodai tim ini, bukan soal teknis saja, tapi juga non teknis yang harus dipertimbangkan,” jelas Inal.
“Bagaimana pelatih ini merangkul semuanya, bisa menganggap tim ini keluarga. Tim ini sudah solid, kita ingin semuanya solid, pelatih, pemain, manajemen dan suporter.”
