Hadapi persaingan di Piala Presiden 2025, Arema modal keyakinan besar. Apalagi, Skuad Singo Edan sudah berpengalaman memenangkan turnamen pramusim itu sebanyak empat kali.
Arema mengangkat trofi Piala Presiden untuk pertama kali pada tahun 2017, atau di edisi kedua penyelenggaraan. Selanjutnya, Arema kembali menjadi juara di tahun 2019, 2022, dan 2024.
Asisten Pelatih Arema, Kuncoro mengatakan, persaingan di Piala Presiden 2025 ini kian berat. Arema tergabung di Grup A bersama tim kasta kedua Liga Inggris, Oxford United dan Liga Indonesia All Star.
“Tahun ini memang berat, tapi kita punya keyakinan, tetap optimis, bismillah. Sepertitahuan kemarin juga gak ada yang menjagokan kita, karena di musim sebelumnya kita susah-payah selamat dari degradasi. Tapi, Alhamdulilah kita oleh Allah diberikan juara,” kata Kuncoro.
Hadapi Persaingan di Piala Presiden 2025 dengan Kerja Keras
Kuncoro punya kiat khusus agar Arema bisa mempertahankan gelar juara Piala Presiden 2025. Menurutnya, selain keyakinan, juga dibutuhkan kerja keras di lapangan.
“Pengalaman itu nanti yang akan kita terapkan di sini. Mau lawan berat bagaimanapun, kalau kita berusaha, kerja keras, hasil akan mengikuti. Yang penting kita berusaha dulu dari awal,” imbuhnya.
Pelatih asli Malang itu tak merisaukan fakta bahwa Arema belum pernah ketemu dengan dua calon lawan di Grup A, Oxford dan Liga Indonesia All Star. Tanpa bermaksud meremehkan, kekuatan lawan bisa dipelajari sebelum bertanding.
“Kita akan lihat video-video Oxford, kita analisis berama tim pelatih, kita harus tahu dulu permainannya. Yang kita tahu ada pemain Timnas Indonesia di sana, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan. Kalau Liga Indonesia All Star kan pemain-pemain pilihan, jadi kita waspadai semua,” pungkasnya.
