More

    Hiperaktif di Bursa Transfer Pemain Paruh Musim, Apa Kabar Finansial Arema?

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Manajemen Arema bisa dibilang hiperaktif di bursa transfer pemain paruh musim Super League 2025-2026 yang sudah resmi ditutup. Yang menjadi pertanyaan besar tentu tentang kabar kondisi finansial Arema yang dalam beberapa musim terakhir cenderung “berhemat” dalam belanja pemain.

    Seperti diketahui, di tengah musim ini Arema melepas delapan pemain, lima di antaranya pemain asing, yakni Paulinho Moccelin (pamit), Ian Puleio, Yann Motta, Odivan Koerich, dan Luiz Gustavo (karena cedera panjang). Selain itu, ada dua pemain lokal yang dipinjamkan, yaitu Muhammad Rafli dan Alfiansyah, serta Brandon Scheunemann yang memilih keluar.

    Arema dipastikan harus merogoh kocek untuk membayar kompensasi untuk Ian, Motta, dan Odivan yang statusnya diputus kontrak. Selain itu, Arema juga tetap harus membayar gaji bulanan untuk Gustavo hingga akhir musim ini, meski statusnya telah dicabut dari Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP).

    Pengeluaran Arema juga bertambah dengan mendatangkan Joel Vinicius dan Leo Guntara yang ditebus dari Borneo FC, serta Gustavo França dari Persija Jakarta. Belum lagi loan fee untuk dua pemain pinjaman dari Persija, Ilham Rio Fahmi dan Hansamu Yama, serta satu dari Persis Solo, Gianluca Pandeynuwu.

    Belum berhenti sampai di situ, karena masih ada pengeluaran tambahan untuk dua kontrak baru, Gabriel Silva dan Walisson Maia, meski keduanya direkrut dengan status free transfer. Selain itu, Arema juga masih mengeluarkan dana tambahan untuk gaji Pablo Oliveira sejak awal musim, yang kadung dikontrak tapi masih dalam pemulihan cedera panjang sejak putaran kedua musim lalu.

    General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi buka suara terkait aktivitas padat pihaknya di bursa transfer paruh musim yang tak lazim dilakukan di musim-musim sebelumnya. Menurutnya, manajemen klub berupaya untuk membuat keuangan Arema tetap stabil dengan perubahan komposisi pemain ke arah yang lebih baik untuk putaran kedua.

    “Dibilang stabil mungkin belum, tapi kami dari awal memang punya skala prioritas, mana yang kami utamakan, seperti sekarang, kami prioritaskan memperkuat skuad untuk putaran kedua,” kata Yusrinal kepada WEAREMANIA.

    Hiperaktif di Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Demi Target 5 Besar

    Salah satu alasan Arema mendatangkan delapan pemain baru di tengah musim adalah demi mengejar target tim sejak awal musim, yakni finis di posisi 5 besar klasemen akhir. Pria yang akrab disapa Inal itu menegaskan, target itu tak pernah dicabut manajemen Arema apapun situasinya.

    Hingga Pekan 20 kemarin, Arema tercecer di posisi 9 klaemen sementara dengan 27 poin. Skuad Singo Edan baru mengemas tujuh kemenangan, enam kali imbang, dan tujuh kekalahan.

    “Target awal kami masih belum dicabut, dan gak akan berubah. Kami masih ingin finis di posisi 5 besar musim ini,” tegas manajer asal Bogor tersebut.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis