Ada alasan menarik kenapa Valdeci Moreira pilih nomor punggung 10 di Arema untuk Super League 2025-2026. Gelandang serang Arema itu ingin lanjutkan tradisi orang-orang di kampung halamannya, Brasil.
Menurut Valdeci, sudah lumrah di Brasil seorang gelandang kidal sepertinya memakai jersey bernomor punggung 10. Karenanya, pemain berusia 30 tahun itu ingin meneruskan tradisi tersebut.
Valdeci mengaku senang bisa memakai nomor punggung kesukaannya. Jersey dengan nomor punggung 10 itu sudah dipakainya sejak tampil di Piala Presiden 2025.
“Di Brasil, memakai nomor 10 di lini tengah sangat lumrah. Dulu, ketika kebiasaan ini dimulai, mereka biasa menyebutnya gelandang kiri. Biasanya mereka menggunakan nomor 10. Saya selalu suka bisa mengidentifikasi diri seperti itu, dan itulah kenapa saya memilihnya,” kata Valdeci kepada WEAREMAnIA.
Valdeci Moreira Pilih Nomor Punggung 10, Bukan yang Pertama Kalinya
Bagi Valdeci, menggunakan nomor punggung 10 bukanlah yang pertama kalinya. Sebab, ketika bermain di Brasil maupun kala merantau ke Paraguay, nomor punggung itu sudah pernah dikuasainya.
“Itu bukan yang pertama buat saya. Saat saya bermain, di Ferroviario, saya menggunakan nomor 10. Di Linene, saya juga pakai nomor 10. Beberapa pertandingan di Paraguay juga, di dua klub tempat saya bermain,” imbuhnya.
Beruntung bagi Valdeci, ketika gabung Arema, pemilik jersey 10 itu lebih dulu pergi meninggalkan klub. Sebelumnya, nomor punggung itu dipakai Wiliam Marcilio di Liga 1 2024-2025.
“Saya sebetulnya bebas (mau pakai nomor berapa saja), tapi karena saya gak punya rekan setim yang memakainya, maka nomor 10 saya pakai,” terangnya.
Sosok Nomor 10 Idola
Valdeci juga memiliki sosok nomor 10 yang menjadi pemain idolanya. Sosok yang selalu menginspirasinya itu bukanlah Neymar, meski sama-sama berasal dari Brasil.
“Di Brasil, saya gak tahu apakah Anda mengenalnya. Idola saya adalah Everton Ribeiro, sekarang dia bermain di Bahia (Liga Brasil), pernah bermain di Flamengo juga,” pungkasnya.
