Pelatih Marcos Santos ingin bertahan di Arema sebagai pelatih musim depan usai gelaran Super League 2025-2026. Tapi, keputusan kontraknya berlanjut atau tidak, ada di tangan manajemen Arema.
Kontrak pelatih asal Brasil itu memang berakhir setelah konpetisi usai. Namun, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan manajemen klub membahas masa depan.
Satu-satunya yang patut membuatnya khawatir kehilangan kesempatan perpanjangan durasi kontrak adalah kegagalannya dalam memenuhi target finis di posisi lima besar. Musim ini Skuad Singo Edan hanya mampu berada di posisi 9 dengan 48 poin.
“Saya berharap bisa bertahan di Arema untuk musim depan. Itu juga menjadi keinginan saya. Tapi, keputusan bukan ada di tangan saya,” kata Marcos.
Marcos Santos Ingin Bertahan di Arema, Jika Tidak Ada Niat, Sudah Sejak Dulu Pergi
Marcos menegaskan, kalaupun tak are niat bertahan, sudah sejak dulu ia pergi. Momen itu dialaminya di paruh musim ini.
Sempat ada tawaran melatih klub Liga Brasil yang datang kepada pelatih berusia 46 tahun itu. Meski ada kesempatan lebih dekat dengan keluarga di kampung halaman, tapi ternyata iming-iming itu ditolaknya.
“Saya sebenarnya bisa saja pergi, karena ada tawaran dari dua atau tiga klub, tetapi saya memutuskan untuk bertahan. Jadi ini adalah keinginan keras saya,” pungkas pelatih berlisensi CONMEBOL Pro tersebut.
