Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema, Erwin Hardiyono, bantah sengaja sabotase bus yang bawa Persebaya Surabaya ke tempat latihan resmi jelang laga Pekan 30 Super League 2025-2026, Selasa (28/4/2026), pukul 15.30 WIB. Pihaknya meminta maaf atas keterlambatan penjemputan ke hotel tempat mereka menginap tersebut, Senin (27/4/2026) sore.
Koordinator Panitia Lokal, Rojak, membeberkan kronologi detail kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa armada bus sebenarnya sudah siap di lokasi penjemputan sejak siang hari.
“Pukul 14.00 WITA bus pertama sudah datang di lokasi hotel. Namun, pada pukul 14.15 WITA diketahui ada masalah pada AC bus yang mati. Kami langsung meminta bus pengganti segera dikirim agar pemain tetap nyaman,” ungkap Rojak.
Bus pengganti yang lebih bagus kualitasnya tiba di lokasi pada pukul 14.55 WITA. Namun, karena mengejar waktu, sejumlah pemain tim tamu terpantau sudah berangkat lebih awal menggunakan taksi online menuju Bali United Training Center.
Panpel Arema menegaskan telah berupaya memberikan layanan sesuai regulasi. Setelah mendapat laporan resmi mengenai kendala bus dari Panpel Bali United pada pukul 15.30 WITA, pihak panitia langsung melakukan negosiasi ulang terkait jadwal pemakaian lapangan.
“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami negosiasikan agar jadwal OT mereka diundur menjadi pukul 17.00 – 18.00 WITA di Bali United Training Center. Awalnya dijadwalkan pukul 16.00 WITA,” jelas Rojak.
Detail mengenai pemilihan lokasi latihan juga menjadi catatan penting. Sebelumnya, pada Rabu (22/4/2026), Manajer Persebaya, Alex Tualeka, telah berkomunikasi dengan Panpel terkait opsi latihan.
Karena Stadion Dipta digunakan untuk laga Bali United vs PSM pada Senin petang, panitia awalnya menawarkan sesi OT pukul 20.00 WITA. Namun, karena pihak Persebaya meminta waktu sore sesuai jam pertandingan minta dicarikan stadion alternatif untuk latihan,
Panpel Arema akhirnya mengupayakan ke Bali United Training Center agar Persebaya bisa berlatih di sana pada sore hari.
Dalam forum Match Coordination Meeting (MCM), Rojak selaku perwakilan panitia lokal telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Pihak manajemen Persebaya pun telah memaklumi kejadian tersebut setelah mengetahui bahwa kendala yang terjadi murni masalah teknis operasional bus, bukan faktor kesengajaan.
Erwin menambahkan bahwa persiapan laga ini memang sangat menantang karena izin resmi dan rekomendasi polisi baru keluar pada 22 April 2026, sehingga Panpel hanya memiliki waktu efektif 5 hari untuk bergeser dari Malang ke Bali.
“Kami berharap hal ini menjadi pelajaran berharga dan tidak perlu dibesar-besarkan secara negatif. Semua sudah dicarikan solusi terbaik dan situasi antara kedua pihak tetap kondusif menjelang pertandingan,” pungkasnya.
