More

    Perseteruan Pelatih Persija Jakarta dan Pelatih Arema Berlanjut, Kali Ini Gara-gara Selebrasi Gabriel Silva

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Perseteruan Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza dan Pelatih Arema, Marcos Santos berlanjut usai laga Pekan 20 Super League 2025-2026 (8/2/2026). Kali Ini gara-gara selebrasi Gabriel Silva yang melesakkan brace kemenangan Arema 2-0.

    Usai pertandingan, Mauricio coba membeberkan kronologi yang menurutnya bermula dari aksi Gabi, yang dianggapnya melakukan selebrasi dengan gestur mengejek ke arah bangku cadangan Persija setelah gol keduanya.

    Pelatih yang juga berasal dari Brasil ini menilai sikap sang pemain tak pantas. Apalagi Gabi pernah menjadi pemain saat Mauricio masih melatih tim Liga Brasil, Flamengo U-20.

    “Saya bahkan sempat bilang ke Dalberto (Luan Belo) agar memperingatkan Gabriel untuk respek,” kata Mauricio usai laga.

    Perseteruan Pelatih Persija Jakarta dan Pelatih Arema Jadi Sekuel Pertemuan di Putaran Pertama

    Perseteruan Mauricio dan Marcos di laga Persija vs Arema itu menjadi sekuel pertemuan di putaran pertama di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang lalu. Usai laga tersebut, keduanya juga berseteru karena dipicu anksi winger Arema, Paulinho Moccelin yang dinilai memprovokasi penghuni bench Persija.

    Menurutnya, dalam insiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta itu, Marcos berseteru dengan Mauricio cuma karena ingin menjelaskan maksud selebrasi Gabi. Namun, apa yang coba dilakukannya tak bisa diterima Mauricio.

    “Menurut saya Mauricio hanya sedang emosional. Menurut saya ada sedikit kurangnya sikap rendah hati dalam menerima kekalahan. Dia gak perlu menekan pemain kami yang mencetak dua gol, Gabi. Ketika kami kalah (1-2) di Malang, saya menyalaminya, dan saya bersikap hormat. Tapi menurut saya itu sudah berlalu, itu bagian dari pertandingan. Emosi sesaat, darah Amerika Latin,” kata Marcos.

    “Tapi saya hanya merasa
    ada kurangnya kerendahan hati darinya. Gak seharusnya dia bersikap kepada anak muda seperti Gabi, mencoba mengintimidasinya di akhir pertandingan,” imbuh pelatih berusia 46 tahun ini.

    Puji Mauricio Souza

    Di luar apa yang terjadi usai laga, Marcos tetap memberikan pujian untuk Mauricio. Bahkan, pelatih berlisensi CONMEBOL Pro itu mendoakan Persija agar bisa menjadi juara Super League 2025-2026.

    “Saya ingin menegaskan bahwa Mauricio adalah pelatih hebat, dan pribadi yang baik.
    Saya pikir dia hanya emosional sesaat karena kekalahan timnya,” pungkasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis