Ketika sudah punya Muhammad Dimas Aryaguna (20 tahun), Arema tetap mendatangkan Teuku Razzaa Faechrezzi (21 tahun). Ada pertimbangan cerdas kenapa Arema rekrut dua striker muda itu sekaligus.
Sebelumnya, Dimas kerap mengikuti sesi latihan Arema bersama pemain Arema U-20 lainnya, Shandya Rizky. Beda nasib, Dimas dikontrak naik ke tim senior, sedangkan Rizky tetap bermain di Arema U-20.
Sementara, Razzaa sempat menjalani masa trial selama tiga hari bersama Arema. Mantan pemain Timnas Indonesia U-19 dan klub La Liga, Murcia itu akhirnya lolos dan juga dikontrak.
Asisten Pelatih Arema, Kuncoro melihat kedua pemain sama-sama punya potensi untuk berkembang. Tak heran jika manajemen Arema kemudian menyodorkan kontrak kepada mereka berdua.
“Gak masalah kalau kedua pemain dikontrak. Baik Dimas maupun Razza sama-sama punya potensi, khususnya Razza yang sudah punya pengalaman di level internasional meskipun masih usia muda,” kata Kuncoro kepada WEAREMAnIA.
Arema Rekrut 2 Striker Muda Dengan Beda Karakter
Kuncoro menambahkan, meski sama-sama seorang striker, tapi Dimas dan Razza punya karakter yang berbeda. Terlebih Dimas yang tergolong seorang versatile.
Dalam berbagai kesempatan game dalam sesi latihan, Dimas kerap dicoba di beberapa posisi. Harapannya, potensi lain dalam dirinya bisa terasah dengan baik.
“Dimas gak cuma bisa jadi striker, dia saya coba bermain di sayap kanan juga bagus, dia punya karakter cepat dan muncul lewat sayap. Kalau Razzaa ini cenderung sebagai target man, karena punya penempatan posisi yang bagus,” tandasnya.
