PSSI akan menginspeksi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang untuk mengecek kesiapannya menggelar laga Super League 2025-2026, Rabu (30/7/2025). Manajemen Arema berharap tak ada lagi masalah yang menghalangi mereka untuk kembali berkandang di sana.
Secara administratif, Stadion Kanjuruhan sudah layak dipakai menggelar laga sekelas Super League. Sebab, stadion ini sudah mulai dipakai Arema sebagai homebase sejak musim lalu di Liga 1 2024-2025.
Hanya saja, General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menilai, PSSI perlu melakukan pengecekan lagi terkait fasilitas tambahan dan pendukung. Pria yang akrab disapa Inal itu yakin Stadion Kanjuruhan lolos pengecekan ulang ini.
“PSSI katanya mau melakukan inspeksi, suratnya sudah masuk ke Arema, kami akan mendampingi, nanti mungkin ketua Panpel. Saya sih optimistis, nggak ada masalah ya, karena inspeksi ini kan cuma formalitas untuk melihat kesiapan stadion. Kalau secara infrastukturnya sudah oke,” kata Inal kepada WEAREMAnIA.
Kepolisian Ikut Menginspeksi Stadion Kanjuruhan?
Selain PSSI yang menilai kelayakan stadion berdasarkan infrastrukturnya, kepolisian setempat juga bakal menilai kesiapan pengamanannya. Hanya saja, Inal mengaku belum mendapatkan informasi terkait hal ini.
“Kalau penilaian dari sisi pengamanan belum ada info. Tapi, kemarin memang disarankan PT I-League untuk dilakukan. Kami sudah mengirimkan surat, tapi belum ada respons,” imbuhnya.
Stadion Kanjuruhan bakal menjadi venue laga perdana Arema di Super League 2025-2026. Skuad Singo Edan bakal menjamu PSBS Biak, pada 11 Agustus 2025.
“Untuk izin menggelar pertandingan dari kepolisian setempat juga masih kami urus sejauh ini. Kami terus berkomunikasi dengan kepolisian. Kami juga menunggu Ketua Panpel yang minggu ini ada workshop dengan PT I-League di Jakarta. Kita juga menunggu regulasinya,” tandasnya.
