Sarung tangan yang dipakainya mengawal gawang Arema di Super League 2025-2026 ternyata desain Adi Satryo sendiri. Tak sekadar perlengkapan, sarung tangan bagi pemain asal Tangerang itu juga menjadi bagian dari identitas dan penampilan dirinya di lapangan.
Kiper 25 tahun tersebut mengaku memiliki preferensi khusus dalam menentukan tampilan sarung tangan. Adi lebih menyukai desain yang sederhana namun tetap terlihat elegan, dibandingkan model yang terlalu ramai atau mencolok.
Keterlibatan Adi dalam proses desain ini juga tidak lepas dari statusnya sebagai brand ambassador produk lokal AYRES. Melalui kerja sama tersebut, Adi mendapat kesempatan untuk menuangkan ide dan selera pribadinya ke dalam desain sarung tangan yang dipakai di pertandingan.
“Sarung tangan warna hitam yang buat main itu desain saya sendiri, saya pilih warnanya, desain logo juga. Di lapangan kita kan ibaratnya aktor, jadi kita harus terlihat baik di lapangan,” kata Adi kepada WEAREMANIA.
Desain Adi Satryo Lebih Simpel dan Elegan
Adi mendesain sarung tangannya dengan konsep yang simpel dan elegan seperti yang disukainya. Untuk warna, pemilik jersey bernomor punggung 30 itu tak suka warna yang mencolok mata.
Eks PSIS Semarang ini cenderung lebih nyaman menggunakan kombinasi warna seperti putih, emas, dan hitam. Menurutnya, warna-warma itu memberikan kesan profesional saat berada di bawah mistar gawang.
“Saya gak suka yang ribet-ribet, sukanya yang simpel dan terlihat elegan. Saya juga gak suka yang ngejreng, lebih pilih putih, gold, atau hitam,” imbuhnya.
Selalu Ganti Sarung Tangan Berkala
Adi mengaku selalu mengganti sarung tangannya secara berkala, tiap tiga pertandingan. Sarung tangan untuk berlatih dan bertanding pun dibedakannya demi menjaga performa agar tetap maksimal.
“Ada jatahnya sendiri dari AYRES, per paket berisi sampai 8 sarung tangan, buat main dan latihan saya bedakan. Yang buat main yang nyaman dan enak, yang buat latihan yang standar saja, ini biar awet juga,” tandasnya.
