Status juara bertahan Piala Presiden tak jadi tekanan bagi Arema. Asisten Pelatih Andre Caldas Costa justru menjadikannya sebagai semangat untuk mempertahankan gelar juara.
Sebelumnya, Andre ditunjuk sebagai pelatih sementara Arema ketika pelatih kepala Marcos Santos masih menyelesaikan urusannya dengan federasi sepak bola Brasil. Andre berusaha menjalankan program latihan yang sudah dibuat Marcos jelang tampil di Piala Presiden 2025.
Pelatih berusia 37 tahun itu tahu Arema memegang rekor sebagai tim yang paling banyak menjuarai Piala Presiden. Mulai dari Piala Presiden 2017, 2019, 2022, dan 2024.
“Ketika kami mendengar tentang Arema, kami tahu bahwa ini tim besar dengan basis suporter besar. Ketika kami melatih tim besar seperti Arema, maka kami akan selalu mendapatkan tekanan, gak peduli kami juara bertahan atau bukan,” kata Andre.
Juara Bertahan Piala Presiden Jadi Motivasi
Andre sudah berbicara kepada para penggawa Arema terkait target tim di Piala Presiden 2025 ini. Pelatih berlisensi CONMEBOL Pro itu menjadikan status juara bertahan sebagai motivasi meraih trofi lagi di Piala Presiden 2025.
“Kami gak menganggap tekanan sebagai hal yang buruk. Kami pikir tekanan itu adalah hak istimewa. Gak banyak pelatih atau pemain yang bisa membela tim besar seperti Arema. Jadi, kami senang berada di sini dan kami menerima tekanan itu sebagai hal yang baik,” imbuhnya.
“Kami berbicara dengan semua pemain, staf dan berkata, ‘Kita di sini membela Arema dan kami siap untuk menang’. Itulah yang kami kerjakan di sini,” pungkasnya.
