Wasit Heru Cahyono yang memimpin laga Persis Solo vs Arema, di Pekan 7 Super League 2025-2026, Minggu (28/9/2025), bikin Arkhan Fikri kehilangan respek pada sang pengadil. Laga yang digelar di Stadion Manahan Solo itu berakhir imbang dengan skor 2-2.
Awalnya, Arema tertinggal lebih dulu oleh gol Kodai Tanaka di menit 11. Pada permulaan babak kedua, Dalberto Luan Belo sempat membobol gawang tuan rumah, tapi wasit Heru menganulir gol itu gara-gara penyerang asal Brasil tersebut dituduhnya offside lebih dulu sebelum menerima umpan tarik Ian Puleio.
Akhirnya, kesabaran membawa Arema berhasil membalikkan skor menjadi 2-1 di 15 menit akhir babak kedua. Dalberto akhirnya betulan menjebol gawang Persis di menit 77, disusul gol cantik Arkhan Fikri di menit 88.
Sayangnya, di menit tambahan waktu babak kedua, Gervane Kastaneer mampu menyamakan skor menjadi 2-2 dalam situasi kemelut saat sepak pojok. Arema mengklaim terjadi pelanggara lebih dulu yang dilakukan pemain Persis kepada Ian, tapi tak menarik wasit untuk melakukan pengecekan VAR lebih lanjut.
“Saya bersyukur semua pemain bekerja keras di pertandingan ini. Sebelumnya saya respek kepada Persis Solo dan semua pemainnya, tapi saya gak respek kepada wasit. karena ada beberapa momen yang gak menguntungkan bagi Arema, yang harusnya kita dapat pelanggaran tapi gak pelanggaran, yang harusnya kartu merah dibuat kartu kuning,” kata Arkhan dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.
Wasit Laga Persis Solo vs Arema Buat Arkhan Fikri Kecewa
Arkhan menegaskan, ini momen pertama kalinya dirinya sebagai pemain menyoroti kinerja wasit dalam laga Arema. Namun, bagi Skuad Singo Edan, ini bukan kejadian yang pertama musim ini dirugikan oleh keputusan wasit
Sebelumnya, di laga kandang menjamu Persib Bandung (22/9/2025), Arema juga mengklaim adanya penalti usai pelanggaran di kotak terlarang. Tapi, justru pemain Arema, Luiz Gustavo diganjar kartu kuning karena dituduh melanggar pemain tim tamu.
“Sebelumnya saya gak pernah protes masalah wasit, saya pemain muda, gak penting buat saya mengomentari kinerja wasit, tapi untuk kali ini saya merasa dikecewakan, karena kita semua pemain sudah bekerja keras, tapi kita gagal menang karena wasit. Itu saja, saya gak respek kepada wasit,” tegas pemain berusia 20 tahun itu.
Bagi Arkhan tak masalah mau laga Super League dipimpin wasit lokal atau asing. Asalkan bisa berbuat adil dan bijaksana saat bekerja di lapangan, pasti pemain akan respek kepadanya.
“Ya menurut saya yang terbaik saja, siapa yang terbaik yang bisa memimpin kita, yang adil. Saya sebenarnya gak mau mengomentari wasit, baru kali ini saya melakukannya, tapi karena kita merasa dikecewakan, harusnya kita bisa menang, tapi kita hanya seri, saya kecewa,” pungkasnya.
