Piala Presiden 2026 di mata Robi Darwis memiliki arti penting dalam awal perjalanannya bersama Arema. Gelandang berusia 22 tahun itu menjadikan turnamen pramusim sebagai kesempatan belajar menjadi “Singo Sesungguhnya” sebelum menghadapi Super League 2026-2027.
Robi bergabung dengan Arema pada bursa transfer musim ini setelah meninggalkan Persib Bandung. Pemain asal Cianjur tersebut menyadari dirinya harus segera menyesuaikan diri dengan lingkungan baru dan karakter permainan tim.
Selama tiga pekan terakhir, Robi mengikuti seluruh program latihan bersama skuad Arema. Proses adaptasi itu menjadi bekal penting sebelum menghadapi pertandingan resmi di Piala Presiden 2026.
Laga pembuka langsung menghadapkan Robi dengan mantan klubnya, Persib Bandung, di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Selain Persib, Arema juga akan menghadapi Tampines Rovers dari Singapura dan DPMM FC asal Brunei Darussalam.
“Tentunya tiap pemain punya target masing-masing, apalagi saya sebagai pemain baru, harus beradaptasi di sini, cara mainnya seperti apa,” kata Robi.
Piala Presiden 2026 di Mata Robi Darwis Jadi Momen Adaptasi Bersama Arema
Robi memandang turnamen pramusim sebagai sarana mempercepat proses adaptasi bersama rekan-rekan setim. Kesempatan menghadapi lawan dengan karakter berbeda juga membantu meningkatkan pemahaman terhadap permainan Arema.
Persib menjadi lawan pertama yang menguji kesiapan Robi bersama klub barunya. Setelah itu, Arema masih harus menghadapi Tampines Rovers dan DPMM FC dalam persaingan memperebutkan tiket semifinal.
Turnamen ini juga memberi ruang bagi Marcos Santos untuk mematangkan chemistry seluruh pemain. Kehadiran sejumlah rekrutan baru membuat setiap pertandingan menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim.
“Piala Presiden memang bisa menjadi ajang adaptasi pemain baru. Tujuan utama memang di Super League, tapi kalau memang bisa juara Piala Presiden itu bonusnya,” tandasnya.
