More

    Skuad Termahal di Grup A Piala Presiden 2026, Arema di Posisi Berapa?

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Skuad termahal di Grup A Piala Presiden 2026 menarik untuk dibandingkan menjelang bergulirnya persaingan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Empat peserta Grup A memiliki kekuatan finansial yang berbeda jika melihat data nilai pasar skuad Arema versi Transfermarkt.

    Persib Bandung memimpin daftar dengan total nilai pasar mencapai Rp164,43 miliar. Arema menyusul di posisi kedua dengan nilai pasar Rp73,79 miliar, sedangkan DPMM FC mengoleksi Rp65,35 miliar dan Tampines Rovers berada di angka Rp49,10 miliar.

    Selisih tersebut memperlihatkan dominasi Persib dari sisi investasi pemain. Nilai pasar Maung Bandung bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat dibandingkan Arema.

    Arema tetap memiliki modal yang cukup kuat untuk bersaing di Grup A. Singo Edan unggul sekitar Rp8,44 miliar atau 12,9 persen atas DPMM FC dan Rp24,69 miliar atau 50,3 persen dibandingkan Tampines Rovers.

    Skuad Termahal di Grup A Piala Presiden 2026, Persib Unggul Rata-rata Nilai Pemain

    Persib tidak hanya memimpin total nilai pasar, tetapi juga rata-rata nilai pemain. Setiap pemain Persib memiliki rata-rata nilai pasar Rp4,98 miliar, jauh di atas DPMM FC yang mencapai Rp2,61 miliar.

    Arema berada di urutan ketiga dengan rata-rata nilai pasar Rp2,17 miliar. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Tampines Rovers yang memiliki rata-rata Rp2,05 miliar per pemain.

    Perbedaan itu dipengaruhi jumlah pemain yang dimiliki masing-masing klub. Arema memiliki skuad terbesar dengan 34 pemain, sedangkan DPMM FC hanya memiliki 25 pemain sehingga rata-rata nilainya lebih tinggi.

    Persib juga unggul dalam kualitas individu pemain termahal. Thom Haye memimpin daftar dengan nilai pasar Rp15,64 miliar, diikuti Óscar Santis dari DPMM FC senilai Rp10,43 miliar, Seia Kunori dari Tampines Rovers Rp7,82 miliar, dan Gustavo Henrique sebagai pemain termahal Arema dengan nilai Rp5,65 miliar.

    Tunjukkan Distribusi Nilai Berbeda

    Komposisi nilai pasar setiap klub juga menunjukkan tingkat ketergantungan terhadap pemain bintang. Persib dan Arema memiliki distribusi nilai yang lebih merata dibandingkan dua pesaing lainnya.

    Pemain termahal Persib hanya menyumbang 9,5 persen dari total nilai pasar skuad. Gustavo Henrique bahkan hanya berkontribusi 7,7 persen terhadap total nilai pasar Arema.

    DPMM FC dan Tampines Rovers menunjukkan pola berbeda karena pemain termahal mereka menyumbang sekitar 16 persen dari total nilai pasar tim. Kondisi itu memperlihatkan porsi nilai yang lebih terkonsentrasi pada satu pemain.

    Data tersebut menempatkan Persib sebagai klub dengan kualitas skuad tertinggi di Grup A berdasarkan total maupun rata-rata nilai pasar. Arema berada di posisi kedua untuk total nilai pasar, tetapi masih tertinggal dari DPMM FC dalam rata-rata nilai pemain karena memiliki skuad yang lebih besar.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis