Fariz Bagus Dhinata, Bocah Ajaib Jebolan Arema U-18

Fariz Bagus Dhinata, Bocah Ajaib Jebolan Arema U-18
Fariz Bagus Dhinata (C) ONGISNADE

Selamat ulang tahun Fariz Bagus Dhinata! Pemain yang hari ini (22/4/2020) genap berusia 30 tahun itu pernah menjadi bocah ajaib jebolan Arema U-18 yang meraih juara Piala Suratin 2007 silam.

Fariz memperkuat Arema U-18 sebagai gelandang bertahan. Namun, terkadang oleh tim pelatih, posisi pemain kelahiran Malang, 22 April 1990 itu diubah menjadi bek sayap kanan dan mampu diperankannya dengan baik.

Semusim berikutnya, Fariz memperkuat tim Arema U-21. Tak butuh waktu lama, Fariz merasakan naik kelas ke tim senior yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.

Mengenakan jersey bernomor punggung 8, Fariz naik kelas ke tim senior tak sendirian. Bersamanya ada sejumlah nama seperti Aji Saka, Johan Ahmat Farizi, Sunarto, Firmansyah Aprillianto, yang menyusul Dendi Santoso yang ke tim senior lebih dulu di musim sebelumnya.

Kiprah Fariz Bagus Dhinata di Arema (Senior)

Fariz Bagus sama sekali tak mendapatkan kesempatan merasakan kerasnya atmosfer ISL 2009-2010 bersama tim senior Arema. Reputasinya yang turut membawa Arema U-18 menjadi juara Piala Suratin 2007 tak cukup menggerakkan hati pelatih Arema, Robert Alberts untuk memainkannya.

Tak seperti rekan-rekan seangkatannya, pemain bertinggi 170 cm itu cuma diberi kesempatan bermain di Piala Indonesia 2010. Bahkan, kesempatan bermain di ‘ajang kelas dua’ itu cuma sekali didapatkannya.

Meski demikian, Fariz turut serta dalam skuad Singo Edan yang mengangkat trofi juara ISL 2009-2010 pada saat itu. Sayang, kontribusi yang minim membuatnya harus hengkang ke Persipro Probolinggo pada musim berikutnya (2010-2011).