Mengenang Laga Arema di Final Divisi I Liga Pertamina 2004

Arema melawan PSDS (FOTO: Arema Channel)
Arema melawan PSDS (FOTO: Arema Channel)

Arema memastikan diri kembali ke pentas Divisi Utama Liga Indonesia setelah menang di partai final Divisi I Liga Pertamina 2004, 11 Oktober 2004. Cukup satu musim bagi skuat Singo Edan berkubang di kasta kedua, usai terdegradasi di musim sebelumnya.

Meski berada di liga kasta kedua, saat itu Arema yang dipegang oleh PT Bentoel merekrut pemain-pemain top. Salah satu bentuk keseriusan pengelola, mereka mendatangkan empat pemain asing berkualitas, seperti Claudio De Jesus, Joao Carlos, Junior Lima, dan Rivaldo Costa demi memperkuat skuat Singo Edan.

Pada partai final Divisi I Liga Pertamina 2004, Arema menghadapi PSDS Deli Serdang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Saat itu, Arema merupakan juara grup Wilayah Timur, sedangkan PSDS adalah juara grup Wilayah Barat.

Sebelumnya, di babak 6 besar, Arema kembali menjadi juara Grup 2, sementara PSDS menjadi juara Grup 1. Kedua tim sama-sama menyapu bersih enam poin di grup masing-masing yang berisi tiga tim, yang membawa Arema dan PSDS melaju ke partai final Divisi I Liga Pertamina 2004 yang dipimpin wasit Aeng Suarlan.

Gol Tunggal Marthen Tao

Arema yang didukung ribuan Aremania yang away ke Jakarta memastikan diri sebagai juara Liga Pertamina Divisi I 2004 setelah di partai final mengalahkan PSDS Deli Serdang dengan skor 1-0. Gol tunggal Arema dibuat penyerang andalannya, Marthen Tao.

Baik Arema yang dilatih Benny Dollo, maupun PSDS gagal mencetak gol di babak pertama, meski sejumlah peluang mampu mereka ciptakan. Begitu pula saat 90 menit waktu normal berakhir, skor imbang 0-0 masih bertahan di papan skor. Babak tambahan pun digelar untuk mencari siapa pemenang partai puncak ini.

Akhirnya, pada menit 119 (menit 29 tambahan waktu babak pertama) Marthen Tao menjebol gawang PSDS yang dijaga kiper Dede Sulaiman. Gol ini gagal dibalas oleh para pemain PSDS, sehingga harapan mereka memaksakan laga dilanjutkan ke babak adu penalti pun kandas.

Data dan Fakta Arema vs PSDS

Menjadi juara Divisi I Liga Pertamina 2004, Arema berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 250 juta rupiah, beserta trofi. Hingga saat ini, trofi juara itu masih tersimpan di Kandang Singa, sebutan untuk kantor klub Arema di Jalan Mayjen Panjaitan No. 42 Penanggungan, Klojen, Kota Malang.

Arema:

Kurnia Sandy, Sonny Kurniawan, Firman Basuki, Claudio Jesus, Sunar Sulaiman, Aris Budi Prasetyo, I Putu Gede(c), Joao Carlos, Rivaldo Costa, Stenly Mamuaya, Marthen Tao.
Cadangan: Silas Ohee, Hermawan, M. Zaenuri, Sutaji, Nanang Supriadi, Donny Saperi, Junior Lima.
Pelatih: Benny Dollo.

PSDS:

Dede Sulaiman, Arisnanto, Rifki Firdaus, Syafruddin, M. Yusuf, Mohamed Lamine, Ansyari Lubis(c), Tommy Pranata, Didi Firmansyah, Putut Waringin, Fernando Guajardo.
Cadangan: Irwin R, Geribaldi N, Marcello R, Sugianto, Irwansyah, Suwarno, Ade Chandra.
Pelatih: Syahrial.