Tuesday, July 21, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Destinasi

Kisah di Balik Jalan Pahlawan TRIP Malang

Ongis Mbois by Ongis Mbois
19 August 2024
in Sejarah
0 0
0
Foto © Mastrip Malang

Foto © Mastrip Malang

Jalan Pahlawan TRIP Malang, sebuah jalan dengan nama yang tidak biasa. Pasalnya, jalan ini berada di antara ruas jalan yang menggunakan nama gunung di Indonesia. Jalan yang merupakan percabangan Idjen Boulevard ini ternyata menyimpan sebuah cerita bersejarah perlawanan Bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan NKRI dari Belanda.

Di masa lalu, Jalan Pahlawan TRIP dikenal dengan Jalan Salak. Bukan nama buah, melainkan sebuah nama gunung di Jawa Barat, Gunung Salak. Kawasan ini dulunya menjadi sebuah kawasan elit bagi pengusaha Belanda.

ArtikelTerkait

Sejarah Pabrik Gula Kebonagung Malang, Berdiri Sejak 1905

Sejarah SMA Negeri 1 Malang, Berawal dari Sekolah Liar hingga Jadi SMA Favorit di Kota Malang

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

ADVERTISEMENT

Terdapat sebuah Taman Makam Pahlawan TRIP di jalan ini yang diresmikan Presiden Soekarno pada tahun 1959. Pada makam ini juga terdapat sebuah Monumen yang sengaja dibangun untuk menghargai 35 pahlawan TRIP yang gugur di medan perang saat Agresi Militer Belanda I tahun 1947. Jika Anda melewati Jalan Besar Ijen, Monumen ini berada di ujung jalan sebelah Timur, atau sebelah utara Museum Brawijaya dan tepat berada di depan Gereja Ijen.

Agresi Militer Belanda I

Tepat pada tanggal 21 Juli 1947, Agresi Belanda I terjadi di Malang. Pergerakannya bermula di daerah Besuki mengarah ke selatan Porong-Trawas-Lawang-Malang. Keesokan hainya, staff Divisi Untung Suropati memerintahkan pemimpin TRIP untuk melakukan sebuah rencana mempertahankan Kota Malang. Seluruh bangunan vital di Malang akan dikosongkan dan dibumihanguskan sebelum ada penyerangan Belanda. Taktik ini bertujuan agar ketika Belanda menguasai Malang, mereka tidak akan mendapat apa-apa.

Pasukan TRIP Batalyon 5000 Malang saat itu disebar di beberapa titik di Malang. Beberapa diantaranya ada di perbatasan Lawang dan Singosari, sebagian dikirim ke wilayah Malang Selatan, dan beberapa titik lainnya dengan komando dari Komandan Batalyon, Susanto.

Kisah di Balik Jalan Pahawan TRIP Malang

Pada 23 Juli 1947, Kota Malang sudah kosong dan bangunan vital pun telah dibakar habis. Pada 31 Juli 1947, pasukan Belanda pun mulai memasuki wilayah Malang. Terjadilah pertempuran di Lapangan Pacuan Kuda Betek hingga Jalan Salak antara Pasukan TRIP dan Belanda.

Pertempuran ini berlangsung cukup lama. Sekitar kurang lebih 5 jam, pasukan TRIP melakukan perlawanan terhadap Belanda dengan senjata sederhananya. Belanda dengan tentara yang terlatih dan perlengkapan senjata lengkap ini akhirnya berhasil merebut Kota Malang. Dalam pertempuran ini, ada 35 pasukan TRIP yang gugur, termasuk Komandan Batalyon Trip 5000, Susanto. Sedangkan beberapa diantaranya mengalami luka-luka tertawan.

Seluruh anggota TRIP yang gugur melawan Belanda ini kemudian dikuburkan dalam satu lubang yang letaknya tidak jauh dari markas TRIP di Jalan Salak. Monumen berbentuk patung dua orang pelajar yang memanggul senjata pun didirikan di ujung jalan tersebut untuk mengenang jasa mereka. Nama-nama ke-35 anggota TRIP itu pun terpahat di sebuah plakat di sebelah patung untuk mengingatkan kita pada gigihnya perjuangan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Kota Malang.

Kisah heroik inilah yang kemudian menjadi latar belakang perubahan nama Jalan Salak menjadi Jalan Pahlawan TRIP, Malang.

 

Baca juga: Sejarah Terbentuknya TRIP, Tentara Republik Indonesia Pelajar

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: jalan pahlawan TRIP Malangjalan salak malangmonumen malangTempoe Doeloetentara indonesiaTNITRIP
ShareTweetSend
Previous Post

5 Fakta Unik Tentang Masjid Jami’ Kota Malang yang Tak Semua Orang Tahu

Next Post

Rumah Sakit Tentara Dokter Soepraoen Malang Sebelum Jadi RS Umum

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

rumah sakit tentara soepraoen
Destinasi

Rumah Sakit Tentara Dokter Soepraoen Malang Sebelum Jadi RS Umum

22 August 2024
kue koya
Kuliner

Masih Ingat Kue Koya, Kue Lumer dari Kelapa

6 May 2024
Ngalampedia

Simbol Perlawanan Tirani Dari Monumen Juang 45

10 January 2024
Sejarah

Monumen Bersejarah yang Paling Ikonik di Malang Raya

1 May 2022

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.