Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Daftar Letusan Gunung Semeru Sejak 200 Tahun Silam

Ongis Mbois by Ongis Mbois
9 December 2021
in Sejarah
0 0
0

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Astana Karaeng Galesong Ngantang, Makam Pejuang di Jalan Allah

ADVERTISEMENT

Letusan Gunung Semeru yang ada di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang bukan cuma sekali-dua kali terjadi. Bahkan, letusan itu pertama kali terjadi sudah 200 tahun silam.

Erupsi Gunung Semeru terbaru terjadi Sabtu (4/12/2021) sore lalu. Dampaknya paling dirasakan warga yang tinggal di lereng dan sekitar aliran lahar di Kabupaten Lumajang.

Dalam laman resmi PVMBG, Gunung Semeru memiliki tipe vulkanian dan strombolian. Vulkanian maksudnya, gunung berapi yang jika meletus melontarkan material dari dalam magma dan juga bongkahan batu di sekitar kawah. Sementara, yang dimaksud strombolian adalah tipe letusan gunungapi berenergi rendah.

Inilah Daftar Letusan Gunung Semeru Sejak 200 Tahun Silam

1. 8 November 1818

Gunung Semeru pertama kali meletus pada 8 November 1818, jauh sebelum Indonesia merdeka. Karenanya, tak banyak catatan-catatan yang menginformasikan hal ini.

2. Februari 1994

Gunung Semeru meletus lagi pada Februari 1994, di mana terdapat sembilan kali letusan. Erupsi ini mengakibatkan munculnya asap putih tebal dengan ketinggian sekitar 500 meter.

3. Tahun 2002

Pada tahun 2002, ada delapan kali letusan yang terjadi di kawah utama Gunung Semeru. Pada 25 Desember 2002 menyusul satu kali lagi letusan. Selang dua hari, muncul lagi letusan selanjutnya dengan jumlah masing-masing letusan sebanyak tujuh dan delapan kali. Kemudian, ada guguran lava pijar memasuki bagian hulu Besuk Kembar sejauh 250 meter.

4. 1 Desember 2020

Gunung Semeru kembali meletus pada 1 Desember 2020, pukul 01.23 WIB. Letusan kali ini diikuti dengan guguran awan panas, dengan jarak luncur 2-11 kilometer.

5. 4 Desember 2021

Letusan terbaru Gunung Semeru ini terjadi pada 4 Desember 2021, jelang sore hari. Akibat letusan itu, abu tebal yang menyembur membuat langit Kabupaten Lumajang gelap seperti malam hari.

Baca nih: Gunung Semeru ternyata disebut-sebut sebagai paku buminya Pulau Jawa. Benarkah?

 

Tags: Gunung semeruGunung Semeru Meletus
ShareTweetSend
Previous Post

Tempat Nongkrong Minimalis Ala Katamichi Coffe

Next Post

Mitos Gunung Semeru: Air Ranu Kumbolo yang Sakral

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Berita Terbaru

Level Status Gunung Semeru Meningkat Pasca Erupsi Minggu Pagi Tadi

4 December 2022
Berita Terbaru

Erupsi Gunung Semeru, Diwarnai Awan Panas Guguran Sejauh 7 Km

4 December 2022
Sejarah

3 Ilmuwan yang Menjadi Pendaki Pertama Gunung Semeru

17 January 2022
Berita Terbaru

Status Gunung Semeru Naik, Warga Sekitar Diimbau Waspada

18 December 2021

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.