SMA Negeri 5 Malang merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Malang yang berdiri sejak tahun 1965. Sejarah berdirinya sekolah yang ada di Jalan Tanimbar No. 24, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini hampir bersamaan dengan adanya peristiwa Gerakan 30 September/PKI.
Hingga tahun 1960-an, Kota Malang cuma memiliki empat Sekolah Menengah Atas Negeri, yakni SMA Negeri 1 sampai SMA Negeri 4. Seiring berjalannya waktu, Pemerintah merasa perlu menambah jumlah SMA negeri untuk menampung para lulusan SMP di Malang. Maka, sejak Agustus 1965, pemerintah membuka lowongan Penerimaan Siswa Baru untuk SMA Negeri 5 Malang. Uniknya, PSB itu diumumkan melalui siaran radio.
Siswa SMA Negeri 5 Malang Angkatan Pertama
Pendaftaran Siswa Baru untuk SMA Negeri 5 Malang ini bertempat di SMA Negeri 3 Malang di kawasan Alun-alun Tugu. Antusiasme masyarakat Kota Malang rupanya cukup tinggi, sehingga diperoleh siswa sebanyak empat kelas untuk angkatan tahun pertama. Kemudian, sebulan kemudian, berdasarkan SK Mendikbud No.96/SK/13/III/1965 tanggal 13 September 1965, ditetapkan berdirinya SMAN 5 Malang. Saat itu, untuk proses belajar mengajar, sekolah negeri anyar ini masih numpang di SMA Negeri 3 Malang, sebagai filial. Jika SMA Negeri 3 masuk pagi, maka SMA Negeri 5 masuk siang hari, lantaran keterbatasan gedung.
Drs. Suroto diangkat sebagai plh Kepala Sekolah SMA Negeri 5, bersama Kepala Tata Usaha Hadi Sudarwo, dan staf-nya Djasan. Terdapat sebanyak 17 orang guru, yang terdiri dari tujuh guru tetap dan 10 guru tidak tetap saat itu yang mengabdi di sekolah itu.
Meletusnya peristiwa G30S/PKI yang tak berselang lama setelah penetapan SMA Negeri 5, rupanya bepengaruh cukup fundamental bagi sejarah perkembangan sekolah tersebut. KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia)/KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) melancarkan aksi pada waktu itu. Hasilnya, mereka mampu mengambil gedung sekolah milik etnis Cina bernama Ma-Chung di Jalan Tanimbar No. 24 Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen dan menyerahkannya ke pemerintah Kota Malang. Gedung dengan area tanah yang cukup luas tersebut akhirnya dipakai untuk kegiatan belajar mengajar SMA Negeri 5 sampai saat ini.






Discussion about this post