Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Tokoh

Kapten Laut Albert Warokka, Pahlawan Asal Malang

Ongis Mbois by Ongis Mbois
3 November 2020
in Tokoh
0 0
0
Kapten Laut Albert Warokka, Pahlawan Asal Malang

Jika membicarakan perang laut di Selat Bali pada tahun 1946, semua pasti mengenali sosok I Gusti Ngurah Rai yang namanya diabadikan menjadi nama bandara di Bali. Namun, di antara mereka yang gugur saat itu ada sosok Kapten Laut Albert Warokka yang merupakan pelaut kelahiran Malang, 15 Juni 1925.

Albert adalah salah satu pahlawan yang gugur dalam perang laut yang berlangsung pada Maret-April 1946 di selat Bali. Saat itu, armada laut Republik Indonesia memang berpusat di Malang.

ArtikelTerkait

Mbah Honggo, Guru Spiritual Bupati Malang yang Berdarah Majapahit

Astana Karaeng Galesong Ngantang, Makam Pejuang di Jalan Allah

Jejak Kyai Tamin, Ulama Tersohor Pasar Besar Malang

Makam Mbah Bodo, Komandan Perang Mataram, yang Ada di Desa Jatiguwi

ADVERTISEMENT

Gelar Kapten Laut didapat Albert setelah menempuh pendidikan Sekolah Tinggi Pelayaran di Semarang. Setelah itu, putra dari Yohanes Warokka dan Armini ini bergabung dengan Tri laut X Banyuwangi pada masa kemerdekaan tahun 1946.

Kisah Pertempuran Kapten Laut Albert Warokka

Kapten Laut Albert Warokka dan pasukannya berangkat ke Bali pada 3 April 1946 dengan menggunakan tiga perahu nelayan. Mereka menamai ketiga perahu itu Jukung, Mayang, dan Telapak.

Dalam operasi di Selat Bali itu, sebenarnya ada tiga tim pasukan. Selain Albert, ada I Gusti Ngurah Rai dan Kapten Markadi di perahu terpisah. Masing-masing pasukan di perahu tadi mengarah ke laut tujuan yang berbeda. Peran Albert kala itu adalah memimpin Operasi Lintas Laut Banyuwangi-Bali di pantai utara Pulau Bali.

Sebelum melakukan operasi, mereka telah menyusun persiapan yang matang, termasuk lokasi pendaratan yang aman. Kapten Markadi mengirimkan empat tim intelejen untuk mengumpulkan informasi. Mereka mencari tahu informasi mengenai kondisi geografis, kondisi sosial politik masyarakatnya, lokasi yang aman untuk pendaratan, kekuatan masyarakat, dan rute patroli pasukan Belanda.

Untuk melancarkan aksi mereka, Kapten Markadi mengirimkan beberapa anak buahnya ke Pulau Bali pada H-1. Mereka mendapat tugas untuk memandu pendaratan pasukannya. Pemanduan lokasi pendaratan yang aman itu dilakukan dengan memberikan tanda berupa api yang berbentuk segitiga.

Penyerangan di Pulau Bali

Kapten Laut Albert Warokka dan pasukannya mendarat di Pantai Celukanbawang, Bali. Saat sampai di daratan, mereka menghadang pasukan Belanda yang sedang berpatroli di jalan raya. Saat itu, mereka terlibat pertempuran melawan pasukan Belanda untuk merebut wilayah Seririt dibantu para pemuda asli Bali.

Merasa kekurangan senjata, maka mereka memutuskan pergi ke Banyuwangi untuk mengambil senjata terlebih dahulu. Dalam perjalanan menuju Banyuwangi inilah, perahu yang ditumpangi Albert berpapasan dengan perahu patroli Belanda. Maka terjadilah pertempuran di sana.

Dua perahu yang ditumpangi Albert Warokka dan 15 orang pasukannya terseret arus dan tenggelam. Sang Kapten Laut tidak selamat dalam tragedi itu. Dari pasukannya, tersisa dua orang yang diketahui sempat menyelamatkan diri, yakni I Gede Made Wijono dan Kamdi.

Setelah kejadian tersebut, pasukan I Gusti Ngurah Rai dan Makardi juga berpapasan dengan dua kapal angkatan laut Belanda berjenis LCM (Landing Craft Mechanized) yang berpatroli. Terjadi pertempuran yang memaksa pasukan RI dalam keadaan terjepit.

Ada inisiatif melemparkan dua buah granat ke arah kapal LCM Belanda. Geranat itu membuat satu kapal Belanda karam dan hanya satu kapal yang tetap melanjutkan perjalanan ke Gilimanuk meskipun dalam keadaan terbakar dek dan lambungnya.

Pertempuran tersebut, disebut-sebut sebagai pertempuran laut pertama setelah kemerdekaan yang mampu dimenangkan angkatan perang Indonesia.

Atas jasanya, nama Kapten Laut Albert Warokka diabadikan sebagai nama gedung dan jalan. Jalan Albert Waroka bisa ditemui di Banyuwangi, tepatnya di belakang gedung DPRD. Di Malang juga ada Jalan Albert Warokka, yakni di dekat pintu masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Kabupaten Malang.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: Albert Warokkafigurpahlawantokoh
ShareTweetSend
Previous Post

Nongkrong Rooftop di Sivaraja’s Secret Garden Malang

Next Post

Daftar Alamat Toko Alat Musik di Malang Raya

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

makam mbah honggo
Tokoh

Mbah Honggo, Guru Spiritual Bupati Malang yang Berdarah Majapahit

28 October 2024
jalan kyai tamin
Tokoh

Jejak Kyai Tamin, Ulama Tersohor Pasar Besar Malang

22 October 2024
Ngalampedia

Kapten Laut Albert Warokka, Pahlawan Dalam Perang Laut Pertama Indonesia

3 May 2024
Destinasi

Flanella Band Idola Remaja Malang Tahun 2000-an

23 April 2024

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.