Rekening pelajar di Kabupaten Malang mencapai 568.527 akun dengan total saldo Rp187,67 miliar hingga 31 Mei 2026. Capaian itu menunjukkan semakin banyak pelajar memanfaatkan layanan keuangan formal.
Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) melibatkan OJK Malang, TPAKD Kabupaten Malang, Bank Indonesia Malang, dan industri perbankan. Program itu juga berjalan bersama Gerakan Rajin Menabung (RABU) di seluruh satuan pendidikan.
Kegiatan berlangsung di Pendapa Kabupaten Malang pada Selasa (30/6/2026). Acara itu dihadiri Bupati Malang Sanusi, jajaran OJK, Bank Indonesia, serta ratusan kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan siswa.
Lebih dari 500 peserta hadir secara langsung. Sekitar 1.100 peserta lainnya mengikuti kegiatan tersebut melalui jaringan daring.
Rekening Pelajar Didorong Lewat Program KEJAR
“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini melalui penguatan budaya menabung sebagai fondasi pembentukan generasi yang cerdas finansial,” ujar Kepala OJK Malang, Farid Faletehan.
Farid menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperluas akses keuangan bagi pelajar. Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung pelaksanaan Program KEJAR.
“Melalui Program KEJAR, OJK mendorong semakin banyak pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun perilaku pengelolaan keuangan yang bijak,” ujarnya.
Komitmen Perkuat Literasi Keuangan
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Siti Nurfalinda, menyatakan Program KEJAR dan RABU sejalan dengan Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Sinergi itu memperkuat edukasi keuangan sejak usia sekolah.
“Kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya membentuk kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan perencanaan yang baik,” ujar Bupati Malang Sanusi.
Seluruh pemangku kepentingan kemudian menandatangani komitmen bersama pelaksanaan Program KEJAR dan RABU sebagai pembaruan kerja sama sejak 2021. Kegiatan itu juga menghadirkan penyerahan lebih dari 5.000 rekening Simpanan Pelajar dari BRI, Bank Mandiri, BSI, BNI, Bank Jatim, dan BPR Artha Kanjuruan kepada siswa SD serta SMP/MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Malang. Langkah tersebut memperkuat sinergi pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan untuk menanamkan budaya menabung, meningkatkan literasi keuangan, serta membangun perilaku finansial yang bertanggung jawab sejak usia dini.





