Gunung Arjuno sebagai gunung tertinggi kedua Jawa Timur. Pesona ini menjadikan Arjuno menjadi destinasi langganan para pendaki. Dari pilihan jalur pendakian, pendaki pasti melewati sebuah hutan bernama Alas Lali Jiwo, atau jika dalam bahas Indonesia berarti Hutan Lupa Diri. Dari namanya saja, hutan ini membawa keangkeran sendiri, ya. Ada apa dengan hutan ini?
Jika menengon ke dalam hutan, Alas Lali Jiwo tumbuhan yang menjadi mayoritas adalah pohon cemara. Jika pendaki memilih jalur pendakian melalui jalur Lawang, maka yang paling nampak adalah kumpulan cemara. Maka tak heran jika masyarakat sekitar menamainya dengan Cemara Sewu. Topologi hutan ini terlihat jarang pohon atau tidak rimbun mengingat sering terjadi kebakaran hutan.
Sebelum melewati Alas Lali Jiwo, pendaki akan melewati dulu alas Nggombes, hutan yang masih sangat lembab. Dalam hutan ini, terdapat banyak tumbuhan yang buahnya menjadi makanan lutung jawa. Kemudian ketika masuk Hutan Lali Jiwo maka akan ada pertemuan jalur pendakian dari Purwosari, Pasuruan, Lawang, dan Singosari. Tak heran karena hutan ini seakan-aan mengitari gunung Arjuno. Dari sana, medan sudah menanjak dan pepohonan semakin jarang.
Misteri Alas Lali Jiwo
Cerita turun temurun yang beredar pada kawasan ini adalah larangan bagi pendaki berbuat sembarangan. Contohnya, merasa sudah mendaki lama, ataupun bersikap sombong. Jika melanggar, pendaki bisa saja hanya berjalan memutar dengan jalur yang itu-itu saja. Biasanya ini akan membuat lelah dan mereka yang terus berjalan akan semakin tersesat.
Selain kesombongan, dalam cerita pendakian Gunung Arjuno ada kisah mistis yang tertuliskan tentang pantang survivor, yaitu:
- Jangan memakai baju dominan merah
- Dilarang berangkat dengan jumlah ganjil
- Tidak boleh sesumbar dan menggampangkan.
- Jangan merusak situs situs peninggalan Majapahit dalam gunung Arjuna.
Terlihat seram dan penuh mitos memang, namun pada kenyataannya banyak kisah yang menyatakan jika Hutan Lali Jiwo dan Gunung Arjuno pada umumnya banyak dihuni oleh bangsa jin dan lain sebagainya. Konon, beberapa pendaki yang hilang dan belum ditemukan hingga kini dianggap diambil mantu oleh penghuni Gunung Arjono.
Sakral! Spot gunung Arjuno satu ini penuh aura magis. Baca: Pura Luhur Giri Arjuno, Wisata Religi dengan Alam





