MA Negeri 7 Malang merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Malang yang berdiri sejak tahun 1982. Sejarah berdirinya sekolah yang ada di Jalan Cenger Ayam I/14) No. 20, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang ini tak lepas dari persebaran SMA yang belum merata di kota tersebut.
SMA Negeri 7 resmi berdiri pada 9 Oktober 1982, sesuai dengan SK Operasional Nomor: 0298/0/1982. SMA Negeri yang populer dengan sebutan Sabhatansa itu awalnya berstatus sebagai Sekolah Penunjang.
Pada awal tahun 1980-an, Pemerintah Kota Malang menilai persebaran SMA Negeri masih belum merata, yang terpusat di Kecamatan Klojen dan Kedungkandang saja. Wilayah Kecamatan Blimbing yang berada di bagian utara dan Kecamatan Lowokwaru di bagian barat ternyata masih belum memiliki SMA Negeri. Situasi ini mendorong tekad Pemkot Malang untuk mengajukan pendirian satu SMA Negeri lagi kepada pemerintah pusat.
Lahan Anyar Disiapkan untuk SMA Negeri 7 Malang
Demi kelancaran rencana tersebut, Pemkot menyiapkan lahan dan sarana pendidikan lainnya di Dusun Kendalsari, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru. Untuk tenaga pendidiknya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan Nasional kala itu. Dari situlah asal usul dipilihnya nama Sekolah Penunjang sebagai nama awal SMA Negeri 7 Malang.
Meski tercatat resmi berdiri mulai 9 Oktober 1982, namun Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Sekolah Penunjang ini sudah dimulai sejak 28 Juli 1982. Hanya saja, sekolah ini masih ‘menumpang’ di gedung milik SMA Negeri 4 Malang di kawasan Alun-alun Tugu. Jabatan Kepala sekolah pun dirangkap oleh Kepala SMAN 4 Malang, Drs. Soekotjo.
Selang setahun, memasuki tahun ajaran baru, sejak 18 Juli 1983, kegiatan KBM SMAN 7 Malang pindah ke gedung baru milik sendiri yang sudah disiapkan Pemkot Malang. Lokasinya berada di Jalan Kendalsari yang sekarang menjadi Jalan Cengger Ayam.






Discussion about this post