Tari, sebuah seni gerak yang mengutamakan keindahan dan sarat akan makna-makna filosofis dalam setiap gerakannya. Sebuah tarian mencerminkan kebudayaan khas daerah, serta menjadi media untuk menyampaikan pesan. Indonesia memiliki ribuan tarian yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Diantaranya yakni Tari Bedayan, sebuah tari penyambutan tamu istimewa dari Malang.
Tari Penyambutan
Sedikit berbeda dari Tari Beskalan Malang yang juga dimaksudkan untuk menyambut tamu, Tari Bedayan memiliki makna yang lebih dalam dari sekedar ucapan selamat datang. Tarian ini menggambarkan keterbukaan masyarakat Malang, penghargaan, dan penghormatan saat menerima tamu. Sebagaimana masyarakat Malang percaya, kedatangan tamu tidak hanya menyambung tali silaturahmi, namun juga membawa keberkahan tersendiri. Maka tak heran jika tari ini menjadi persembahan istimewa untuk tamu spesial.
Tari Bedayan
Tari Bedayan dibawakan dengan gerakan gemulai seiring dengan lantunan gamelan jawa. Musik yang dibawakan terkesan sendu dengan tempo yang lambat. Hal ini menjadi salah satu ciri khas dimana musik dan gerakan tariannya mengikat emosi para penonton.
Tari Bedayan dibawakan oleh sembilan orang penari wanita yang mengenakan baju dodot dan selendang, lengkap dengan rias paes yang menambah estetika tarian. Penari ini berjumlah sembilan orang, dengan peran masing-masing yang berbeda-beda. Penari ini memiliki nama-nama sendiri, seperti Apit ngajeng, Apit Meneng, Apit Wingking, Batak, Buncit, Dada, Endel, Endel Weton, dan Gulu.
Meski setiap penari membawakan gerakan yang berbeda, namun keseluruhannya nampak selaras dengan alunan musik yang pas dan harmoni sesuai formasi. Tak hanya itu, gerakan yang tidak sama antar penari ini ternyata membentuk suatu keutuhan makna dan pesan Tari Bedayan itu sendiri.
Baca juga: Jaran Dor, Kesenian Jaran Kepang Malang yang Sarat Kekuatan Magis
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.



