Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Dua Raja Pertama di Kerajaan Singhasari

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
22 June 2021
in Malangan, Sejarah
0 0
0

Salah satu kerajaan besar yang ada di Malang yakni kerajaan Singhasari. Menurut Sejarah, kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok. Setelah dikuasai oleh keluarga Ken Arok, tahta kemudian berlanjut pada kerajaan Majapahit. Jika ditelisik lebih lanjut, terdapat perbedaan antara kitab Nagarakretagama dan Pararagon dalam penyampaian cerita turun temurun raja ini. Setidaknya ada dua raja yang disebut dalam pemerintahan kerajaan Singhasari.

Pararaton vs Nagarakertagama

Dari versi kitab Pararaton, kisah raja-raja Tumapel diwarnai dengan pertumpahan darah dan berlatar belakang pembalasan dendam. Ken Arok mati dibunuh Anusapati, anak tirinya sendiri. Anusapati kemudian dibunuh Tohjaya, anak Ken Arok dengan salah satu selirnya. Lalu nyawa Tohjaya berakhir di tangan Ranggawuni alias anak dari Anusapati. Setelah pergantian raja dengan pertumpahan darah, hanya Ranggawuni yang digantikan secara damai oleh putranya, Kertanagara.

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Menjelajah Kampung Arab di Kota Malang

ADVERTISEMENT

Sementara itu di versi kitab lain, Nagarakertagama, tidak disebutkan adanya pembunuhan terhadap raja-raja sebelumnya pada pergantian pewaris tahta kerajaan. Bukan hal yang aneh karena mengingat kitab ini merupakan kitab pujian untuk Hayam Wuruk, raja Majapahit. Peristiwa-peristiwa pertumpahan darah leluhur Hayam Wuruk dalam pergantian posisi raja tersebut dianggap sebagai aib.

Diantara para raja Singhasari diatas hanya Wisnuwharda dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejahteraan mereka. Dalam prasasti Mula malurung (yang dikeluarkan kartanegara atas perintah wisnuwhardana) ternyata menyebutkan Tohjaya sebagai Raja Kediri bukan Raja Tumapel.

Hal ini memperkuat kebenaran berita dalam Nagarakretagama. Prasasti tersebut dikeluarkan oleh Kertanagara tahun1255 selaku raja bawahan di Kadiri. Dengan demikian, pemberitaan kalau Kertanagara naik takhta tahun 1254 dapat diperdebatkan. Kemungkinannya adalah bahwa Kertanagara menjadi raja muda di Kadiri dahulu, baru pada tahun 1268 ia bertakhta di Singhasari.

Raja Singhasari

Inilah urutan penguasa dari Wangsa Rajasa, yang bersumber dari Pararaton.

Ken Arok (1222–1227)

Pendiri Kerajaan Singasari ialah Ken Arok yang menjadi Raja Singasari dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Sang     Amurwabumi. Munculnya Ken Arok sebagai raja pertama Singasari menandai munculnya suatu dinasti baru, yakni Dinasti Rajasa (Rajasawangsa) atau Girindra (Girindrawangsa). Ken Arok hanya memerintah selama lima tahun (1222–1227). Kemudian pada tahun 1227, Ken Arok dibunuh oleh seorang suruhan Anusapati alias anak tiri Ken Arok sendiri. Ken Arok dimakamkan di Kegenengan dalam bangunan Siwa–Buddha.

Anusapati (1227–1248)

Dengan meninggalnya Ken Arok maka tahta Kerajaan Singasari jatuh ke tangan Anusapati. Dalam jangka waktu pemerintahaannya yang lama, Anusapati tidak banyak melakukan pembaharuan-pembaharuan karena larut dengan kesenangannya menyabung ayam.

Peristiwa kematian Ken Arok akhirnya terbongkar dan sampai juga ke Tohjoyo (putra Ken Arok dengan Ken Umang). Tohjoyo mengetahui bahwa Anusapati gemar menyabung ayam sehingga diundangnya Anusapati ke Gedong Jiwa (tempat kediamanan Tohjoyo) untuk mengadakan pesta sabung ayam. Pada saat Anusapati asyik menyaksikan aduan ayamnya, secara tiba-tiba Tohjoyo menyabut keris buatan Empu Gandring yang dibawanya dan langsung menusuk Anusapati. Dengan demikian, meninggallah Anusapati yang didharmakan di Candi Kidal.

sumber: situs kerajaan Singhasari

 

Baca juga: Pendidikan Jawa Kuno, Kadewaguruan

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.
Tags: anak anusapatianak ken arokAnusapatiken arokkerajaan singhasarimajapahitraja singhasariRaja-raja Singhasariraja-raja Tumapeltohjaya
ShareTweetSend
Previous Post

Moshi-moshi Ramen, Kedai Ramen Halal di Malang

Next Post

Tari Bedayan, Tarian Sambutan dari Malang

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Ngalampedia

Candi Jawar Ampelgading, Peninggalan Majapahit di Malang

21 April 2024
Sejarah

Kisah Kegigihan Ken Umang Dampingi Perjuangan Ken Arok

27 January 2024
balas dendam tohjaya
Sejarah

Kisah Balas Dendam Tohjaya kepada Anusapati

16 September 2021
Sejarah

Siapa Ayah Ken Arok?

30 July 2021

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.