Malang sudah ada sejak lama, begitu pula dengan beberapa wilayahnya yang lahir sejak masa Pemerintahan Belanda. Salah satu desa kuno yakni Celaket, sebuah tempat dengan Tjelaket Straat-nya. Begini sejarah nama dan wilayah desa kuno ini di masa lalu.
Jika menelisik ke masa lalu, Celaket menjadi koridor utama jalanan di Gemeente Malang bersama daerah lain seperti Kayoetangan, Boldy dan Ijen Boulevard. Dahulu, Celaket terbagi menjadi dua bagian yakni Tjelaket Koelon dan Tjelaket Wetan. Kini, kedua wilayah ini sudah menjadi satu dalam Kelurahan Celaket.
Asal Mula nama Celaket
Menurut sejarah, nama-nama di Malang berasal dari nama tumbuhan. Mengutip dari Japungnusantara, kampung-kampung kuno di Malang yang mengambil nama tumbuhan seperti Sukun, Blimbing, Glintung, Tunggulwulung, Lokjati, Loksuruh, Lowokwaru, Pakis, Pakisaji (Pakis-haji), Turen, dan lain sebagainya. Pun dengan Celaket, nama daerah ini berasal dari kata calaket atau caleket.
Dalam bahasa Jawa kuno, calaket atau caleket artinya adalah pedas atau masam. Istilah ini diketahui artinya dari kakawin Ramayana dengan kalimat,
‘…. kamalagi calaket kukap gintungan’.
Kamalagi diartikan asam, kukap adalah sejenis pohon sukun, dan gintungan (kini Glintung) adalah sejenis pohon dengan nama latihan Schleicheratri. Jika calaket berarti pedas maka merujuk kepada pohon cabe sedangkan jika asam maka yang dirujuk adalah pohon asam.
Kata jadian macalaket, cumalaket, dan nyalaket dalam arti pedas atau tajam disebut dalam kitab Arjunawiwaha (34.3), Partayajna (38.10), Tantri Kamandaka (110.20) dan Nawaruci (68.8). Dalam kitab Nawaruci kata jadian ‘cumalaket’ disebut bersama dengan tanaman kunir dan apu (kapur), yakni ramuan penawar upas (bisa) dan racun.
Wilayah Tjelaket
Desa kuno Celaket wilayahnya juga meliputi Kelurahan Samaan. Diperkirakan, bagian selatan desa ini mencarai DAS Brantas, dan batas timurnya meliputi areal rumah sakit. Sebelumnya, rumah sakit ini menjadi loji alias benteng Belanda yang pertama di Malang. Konon, bangunan ini bernama ‘Roemah Sakit Tjelaket’, dan loji tersebut dinamai ‘Loji Tjelaket’.
Tak hanya itu, wilayah Samaan juga kabarnya masih menjadi bagian barat desa kuno Celaket. Dalam perkembangannya, khususnya semenjak terbentuknya Kotapraja (Gemeente) Malang tahun 1914, luas wilayah desa ini semakin luas dengan mencakup beberapa desa, yaitu Tjelaket, Samaan dan Klojen Lor.
Baca juga: Sejarah Desa Parangargo Wagir dan Bukit Pusaka
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.



