Membedah Taktik Carlos Oliveira di Becamex Binh Duong

Jadwal Swab Test Bikin Keberangkatan Pelatih Arema Tertunda
Carlos Oliveira (C) DANI KRISTIAN

Pengamat taktikal, Tommy Desky mencoba membedah taktik Carlos Oliveira yang santer dikabarkan menjadi pelatih kepala Arema menggantikan Mario Gomez di lanjutan Liga 1 2020. Analisa dilakukannya terhadap taktik pelatih asal Brasil itu saat menangani klub Liga Vietnam, Becamex Binh Duong.

Yang dipilihnya adalah salah laga uji coba Becamex saat berkesempatan menjajal Timnas Vietnam U-20 tahun lalu. Kala itu, tim asuhan Carlos menang telak 3-0.

Tommy menganalisa gaya permainan yang diterapkan Carlos di Becamex. Yang diamatinya bukan cuma gaya bermain, tapi bagaimana Becamex bertahan dan menyerang, serta formasi apa yang biasa diterapkan oleh pelatih 59 tahun itu.

Memang, gaya bermain yang sama bisa saja diterapkan di Arema atau pun bakal berubah. Terlepas cocok atau tidak dipakai, setidaknya hasil analisa ini bisa dijadikan gambaran bagi Aremania.

Membedah Taktik Carlos Oliveira Saat Bertahan

Tommy menyebut, Becamex Binh Duong yang dilatih Carlos Oliveira biasa memakai formasi 4-4-2. Formasi itu biasa mereka terapkan saat sedang tidak menguasai bola atau dalam situasi bertahan.

Dalam situasi ini, setiap pemain bakal mendapat instruksi dari pelatih untuk melakukan pressing ketat. Pressing yang dilakukan itu bukan cuma secara individu man to man, melainkan bersamaan secara unit tim yang dekat dengan bola yang dikuasai lawan.

Artinya, jika bek lawan yang membawa bola, dua penyerang Becamex yang menekan. Hal yang sama akan dilakukan empat pemain tengah dan empat pemain belakang terhadap lawan di area masing-masing.

Taktik Carlos Oliveira Saat Menyerang

Tommy menjelaskan, saat anak asuh Carlos Oliveira melakukan serangan, bisa dipastikan mereka tak akan memakai filosofi direct ataupun vertical. Artinya, mereka mustahil mengumpan bola lagsung ke depan sepertiga area lawan.

Elemen terpenting dari serangan Becamex adalah sosok yang disebut Tommy dengan sebutan ‘pemain nomor 6’. Yang dimaksud adalah pemain tengah yang harus turun ke belakang untuk menjemput bola, lalu mengalirkannya ke depan dari kaki ke kaki hingga memasuki pertahanan musuh.

Saat si pemain nomor 6 turun, dua stopper melebar, full back kanan-kiri naik. Sementara, posisi kosong di lini tengah yang ditinggalkannya akan diisi oleh salah seorang striker yang turun, sehingga membentuk formasi 4-1-4-1 saat menyerang.

Terakhir, saat melakukan serangan, tim asuhan Carlos tak hanya memanfaatkan skema set play. Peluang-peluang dari bola mati pun akan menjadi salah satu senjata ampuh mereka untuk mencetak gol sebanyak mungkin.

Dikutip dari channel Youtube Tommy Desky.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.